Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Kantor Kehutanan Dikepung Warga Sekampung
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sejumlah warga Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak nekat mengepung Kantor Kehutanan di desa setempat untuk membebaskan seorang warganya yang tertangkap melakukan pencurian kayu jati.
Peristiwa yang terjadi itu akhirnya dilaporkan ke Mapolsektif Gerokgak. Sebab pelaku pencurian, Asri yang tertangkap tangan mengangkut delapan batang kayu jati di sepeda gayungnya terpaksa dibebaskan setelah kantor milik Kehutanan di Desa Sumberklampok didatangi sejumlah warga setempat.
Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol Khaidar Latief menyebutkan, laporan dari petugas kehutanan itu masih sedang ditangani Jajaran Polsektif Gerokgak, sebab dari aksi pencurian itu, negara dirugikan sebesar satu setengah juta rupiah.
" Aksi pencurian itu terungkap saat sejumlah petugas kehutanan melakukan patroli dan melihat pelaku Asri tengah mengangkut delapan kayu jati yang diduga hasil hutan di Kawasan Hutan Sumberklampok, " papar Pahumas.
Pelaku selanjutnya diamankan petugas kehutanan di Kantor Kehutanan Desa Sumberklampok bersama sepeda gayung dan delapan batang kayu jati, namun sesaat kemudian datang sejumlah warga meminta pembebasan pelaku.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2965 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun