Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Kapal Mutiara Timur 1 Akhirnya Tenggelam di Selat Lombok
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kapal Motor Vessel (MV) Mutiara Timur 1 yang terbakar di perairan Kubu, Karangasem pada Rabu sore (16/11/2022) akhirnya tenggelam pada Kamis sore (17/11/2022).
Kapal nahas tersebut tenggelam setelah terseret arus hingga mendekati perairan selat Lombok dari posisi awal dilalukan evakuasi penumpang di perairan Bunutan, Karangasem.
"Ya benar, MV Mutiara Timur I yang kemarin mengalami kebakaran tadi sore dilaporkan tenggelam beserta muatan yang masih ada di dalamnya di Selat Lombok," ujar Suyasmin saat dikonfirmasi.
Ia menerangkan, kapal tersebut tenggelam sekitar pukul 16.42 WITA dengan posisi di kawasan perairan Selat Lombok setelah sempat terbawa arus dari posisi evakuasi penumpang di perairan Bunutan Karangasem.
Sebelumnya, sejumlah kapal diantaranya Kapal Patroli Bakamla RI, dengan nama lambung KN. Pulau Marore – 322, bersama Tug Boat pemadam dari Peratamina Manggis, Kapal KPLP KN Chundamani sempat melakukan upaya pemadaman kobaran api yang masih terpantau menyala hingga siang ini.
Selain api yang terlihat masih menyala, dalam upaya pemadaman juga beberapa kali terdengar suara ledakkan dari dalam kapal dengan kondisi posisi kapal susah sedikit miring ke arah kanan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4401 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1809 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1496 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 982 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 917 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun