Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Karangasem Hanya Anggarkan 103 Lampu Jalan, Fokus di Kawasan Wisata
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karangasem pada tahun 2025 hanya mampu menganggarkan sekitar 103 unit Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).
Dari jumlah tersebut, pemasangan diprioritaskan di kawasan objek wisata, seperti Candidasa, Sidemen, Tulamben, Amed, hingga Rendang.
Kadishub Karangasem, Tjokorda Surya Dharma, mengatakan keterbatasan anggaran membuat pengadaan LPJU belum bisa menjangkau seluruh wilayah. Untuk tahun ini, pihaknya mengalokasikan dana sekitar Rp900 juta, mencakup perencanaan hingga pengadaan lampu.
“Pengadaan tahun 2025 ada 103 unit. Anggarannya di induk 2025 sekitar Rp900 juta. Prioritas kami untuk kawasan wisata yang masih minim penerangan,” jelas Tjokorda kepada Wartawan, Selasa (19/9/2025).
Tjokorda menambahkan, jumlah LPJU yang sudah terpasang di Karangasem saat ini sekitar 4.757 unit, meliputi 4.672 LPJU, 75 lampu hias, dan 10 lampu dekoratif yang tersebar di delapan kecamatan.
Namun, jumlah itu masih jauh dari kebutuhan ideal. Berdasarkan kajian, Karangasem memerlukan sekitar 12 ribu unit LPJU untuk bisa menerangi jalan kabupaten sepanjang 575 kilometer, dengan jarak ideal antar lampu sepanjang 40–50 meter.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4506 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2321 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1963 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun