Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Kartini Muda Tabanan Pilih Bertani, Kembangkan Usaha Lewat Aplikasi BRImo
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sosok Kartini masa kini di Bali tidak selalu identik dengan dunia perkantoran. Di tengah hamparan sawah, semangat emansipasi perempuan justru tumbuh melalui sektor pertanian yang kini semakin relevan dengan perkembangan zaman.
Fenomena ini tercermin dari perjalanan Ni Putu Meilanie Ary Sandi (23), seorang petani muda yang memilih melanjutkan jejak sang ayah. Keputusan tersebut awalnya tidak direncanakan, namun justru membuka peluang besar dalam hidupnya.
“Awalnya saya tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Dulu lebih fokus sekolah dan sempat hidup nomaden di Badung. Tapi sejak pandemi, kami kembali ke rumah dan mulai serius turun ke lahan. Dari situ saya lihat ternyata bertani itu seru,” ujarnya.
Menurut Meilanie, dunia pertanian kini telah mengalami perubahan signifikan. Bertani tidak lagi identik dengan pekerjaan berat dan kotor, melainkan dapat dilakukan dengan pendekatan modern dan efisien.
Ia mencontohkan penggunaan mulsa dari jerami atau sekam padi, hingga racikan pupuk organik buatan sendiri yang mampu menekan biaya produksi sekaligus menjaga kualitas hasil panen.
“Bapak juga punya formula pupuk sendiri yang disemprot halus seperti embun untuk menjaga kondisi tanaman. Jadi kita bisa lebih efisien tanpa harus bergantung penuh pada pupuk pabrikan,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada produksi, Meilanie juga memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar. Media sosial menjadi sarana utama dalam memasarkan hasil panen, termasuk menjalin kerja sama dengan hotel dan restoran di sektor pariwisata.
“Sekarang lebih banyak komunikasi lewat media sosial. Kami juga suplai ke hotel dan restoran karena ada relasi yang sudah percaya. Jadi peluangnya terbuka lebar,” katanya.
Meski demikian, ia menilai minat generasi muda terhadap pertanian masih dipengaruhi oleh kebiasaan dan lingkungan. Banyak yang belum merasakan langsung proses bertani sehingga menganggap sektor ini kurang menarik.
Padahal, menurutnya, bertani dapat dimulai dari skala kecil, bahkan di perkotaan melalui metode urban farming seperti hidroponik maupun penanaman menggunakan polybag.
“Kalau sudah merasakan sendiri prosesnya, pasti tahu kalau bertani itu menyenangkan. Tinggal bagaimana kesadaran masing-masing, apalagi sekarang isu krisis pangan juga mulai terasa,” ujarnya.
Sebagai perempuan muda, Meilanie juga mendorong generasi sebayanya untuk berani terjun ke sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan.
“Kita sebagai perempuan harus punya dasar pengetahuan itu. Bertani sekarang tidak harus kotor, sudah banyak teknologi yang bisa membantu. Jadi jangan takut jadi petani,” tegasnya.
Dalam mengembangkan usahanya, Meilanie juga merasakan manfaat dukungan sektor perbankan melalui layanan digital.
“Sekarang saya pakai BRImo. Simpel dan lengkap fiturnya, jadi memudahkan untuk kebutuhan operasional,” ungkapnya.
Ia berharap dukungan perbankan, khususnya dalam akses permodalan dan layanan keuangan, terus ditingkatkan untuk membantu petani berkembang.
Sementara itu, Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menyampaikan bahwa kehadiran BRImo menjadi bentuk dukungan nyata dalam mendorong inklusi keuangan serta memperkuat peran perempuan di sektor pertanian.
“Kartini masa kini tidak hanya berperan dalam lingkup domestik, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi, termasuk di sektor pertanian. Melalui BRImo, kami ingin memberikan kemudahan akses layanan keuangan yang dapat membantu petani masa kini dalam mengembangkan usahanya secara lebih modern dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta pertumbuhan ekonomi kerakyatan di daerah. Oleh karena itu, inovasi layanan dan program pemberdayaan akan terus dikembangkan guna mendorong perempuan Indonesia semakin mandiri dan berdaya saing di era digital.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3729 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1673 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang