Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 25 September 2026
Kasus Sopir Taksi Uber Resahkan Wisatawan, Polisi Minta Korban Lapor
Minggu, 10 Januari 2016,
15:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seorang perempuan bernama Wu Chang mengunggah foto aplikasi Uber Taksi di situs berbagi foto, Path. Dalam keterangannya ia menyebut pengalaman tak mengenakkan menimpa temannya bernama Rachmania yang nyaris diculik dan diperkosa kala menggunakan jasa Uber Taksi pada pukul 03.30 di Bali.
Terkait hal ini, Kapolsek Kuta, Komisaris Polisi Wayan Sumara, meminta kepada masyarakat dan insan pariwisata untuk secara arif dan bijaksana menyikapi informasi yang ramai di media sosial dua hari belakangan ini.
Hal tersebut, ucap Sumara, sudah pasti membuat resah wisatawan yang datang ke Bali. Menurutnya, bisa saja informasi itu benar, namun tak menutup kemungkinan terjadi kekeliruan. Untuk itu, ia meminta korban percobaan penculikan dan perkosaan untuk melaporkan peristiwa getir yang dialaminya kepada pihak kepolisian.
"Kalau memang korban yang mengalami percobaan pemerkosaan itu merasa tidak nyaman, silakan saja lapor ke kami pihak kepolisian. Jangan menyebar informasi itu ke semua orang. Ini bikin resah pariwisata Bali," ujar Sumara, Minggu (10/1/2016).
Ia menjamin, pihak kepolisian akan bertindak cepat melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut agar segera terungkap. Pasalnya, kicauan di media sosial tak memuat secara lengkap informasi yang dialaminya, seperti di mana lokasi yang dialaminya.
"Kalau dilaporkan di mana lokasinya, kita akan periksa rekaman CCTV, periksa armadanya. Akan lebih jelas pengungkapannya," pintanya.
Bagi Sumara, informasi yang berkembang sangat cepat di media sosial, sementara korban tak melapor kepada pihak kepolisian sehingga bisa saja nanti diartikan secara berbeda. Lantaran hal tersebut, tentu tersebut akan mempengaruhi citra pariwisata Bali.
"Kalau dilaporkan kita bisa bertindak cepat. Tetapi kalau tidak dilaporkan, kita bisa juga membacanya secara berbeda. Ini bisa saja ada upaya untuk menjatuhkan pariwisata Bali. Informasi ini bisa membuat orang ketakutan untuk datang ke Bali," jelas Sumara.
Padahal, bisa saja fakta di lapangan sesungguhnya tidak seseram apa yang tertulis dalam informasi di media sosial tersebut. Untuk itu, ia meminta kepada seluruh masyarakat agar menyikapi informasi di media sosial itu secara arif dan bijaksana.
"Jangan sampai menelan mentah-mentah informasi tersebut dan akhirnya merusak citra pariwisata Bali," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang perempuan bernama Rachmania mengaku nyaris diculik dan diperkosa oleh seorang sopir taksi uber di Pulau Bali. Hal itu diungkap rekannya Rachmania bernama Wu Chang dengan memajang aplikasi Uber yang telah dibatalkannya di situs berbagi foto, Path.
Di foto dalam situs yang dipajangnya, dia men-screenshoot pemesanan dengan sopir taksi bernama Rendi. Lantas ia menulis "Hati2!!!! Ada kejadian serem terjadi sama temen kita. Almost got kidnapped and raped with this uber driver at 3.30 am in the morning in bali. Everyone be careful. (Nyaris diculik dan diperkosa oleh sopir Uber ini pada pukul 3.30 pagi hari di Bali. Semua orang agar berhati-hati."
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8352 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5769 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3613 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2443 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026