Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Katanya Seks Bisa Menurunkan Tekanan Darah, Benarkah?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seks menawarkan aneka manfaat kesehatan, salah satunya buat jantung. Rupanya seks rutin bisa membantu menurunkan tekanan darah.
Bercinta sebaiknya tak lagi dilihat sebagai rutinitas yang membosankan, tapi juga kesadaran akan manfaatnya yang banyak. Kehidupan seks yang baik berjalan beriringan dengan jantung yang sehat.
Jantung berkaitan dengan tekanan darah. Aktivitas seks ternyata dapat membantu menurunkan tekanan darah. Kok bisa?
Penurunan tekanan darah dapat dikaitkan dengan pelepasan endorfin selama aktivitas seksual dan ini membantu merelaksasi pembuluh darah.
"Endorfin bermanfaat sebagai pereda stres alami dan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah sementara," kata dokter kandungan Jessica Shepherd, mengutip dari Healthy.
Selain endorfin, ada pula hormon oksitosin yang diketahui dapat menurunkan kortisol alias hormon stres. Saat stres turun, tekanan darah juga turun.
Hubungan seks untuk penderita darah tinggi
Meski hanya sementara, seks memang bisa menurunkan tekanan darah. Namun apa orang dengan hipertensi aman untuk berhubungan intim?
American Heart Association menyebut, jarang sekali ada insiden kardiovaskular selama aktivitas seksual. Hanya saja, jika tekanan darah tidak terkontrol atau dikaitkan dengan masalah jantung lain, seks bisa berisiko.
Kalau Anda punya tekanan darah tinggi, perhatikan beberapa hal berikut.
1. Kondisi stabil
Tekanan darah musti terkontrol baik lewat obat atau perubahan gaya hidup. Pemantauan tekanan darah rutin sangat penting.
2. Pantau gejala
Waspada gejala apa pun yang bisa menunjukkan kondisi jantung memburuk seperti napas sejak, nyeri dada atau kelelahan berlebihan. Kalau selama bercinta ada gejala ini, sebaiknya setop.
3. Konsultasi dengan dokter
Jangan ragu memantau kesehatan jantung dan tekanan darah pada dokter. Hal ini termasuk berkonsultasi soal obat yang dikonsumsi supaya diarahkan untuk konsumsi obat yang tidak memengaruhi kehidupan seks.
4. Cek aktivitas fisik
Bercinta perlu kekuatan fisik. Kalau Anda ingin tahu apa Anda bisa mengakomodir kebutuhan ranjang, coba saja jalan cepat atau naik tangga. Jika Anda bisa melakukannya tanpa nyeri dada atau sesak napas, kemungkinan Anda bisa bercinta dengan aman. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1240 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 964 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 796 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 723 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik