Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kawasan Lovina Dipenuhi Guide Liar
Lovina
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kawasan Wisata Lovinahttp://beritabali.com/tag/Kawasan-Wisata-Lovina sebagai maskot wisata Bali Utara kurang mendapat perhatian dan pengawasan, sehingga dalam enam bulan terakhir muncul sejumlah guide atau pemandu wisata liar.
Kehadiran para guide liar juga dirasakan sejumlah pelaku pariwisata di Bali Utara. Keberadaan guide liar tersebut justru memberikan kesan negatif dan mencoreng citra pariwisata Lovina.
“Guide liar itu sering melakukan pemaksaan dan tidak menunjukan profesionalismenya,” ungkap pelaku pariwisata di Lovina, Kadek Kardika.
Kadek Kardika yang juga anggota DPRD Buleleng mengatakan, sejumlah guide liar biasanya menunggu wisatawan di pintu masuk selatan Kota Singaraja.
“Baru masuk Terminal Sangket saja guide yang tidak menunjukkan profesionalisme sudah beraksi, jika ini dibiarkan terus menerus maka wisatawan akan cuma datang satu kali saja,” ungkapnya.
Keberadaan para guide liar yang cenderung memberikan kesan buruk pada dunia pariwisata belum mendapat tanggapan dari pihak yang berkompeten, bahkan para guide liar tersebut justru mengalahkan peran guide resmi yang telah bergabung dalam satu organisasi di Lovina. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun