Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Kembangkan Bisnis, Hardy
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Grup Hardy’s (GH) Holdings tahun 2013 menganggarkan belanja modal lebih dari Rp 1,3 triliun untuk pengembangan bisnis. Alokasi dana terbesar diperuntukkan bagi bisnis di bidang properti.
Presiden Direktur GH Holdings, Gede Agus Hardiawan, menjelaskan, di bidang properti tahun ini GH Holdings berencana ekspansi dengan menambah 10 hektare landbank, membangun 3 gedung mal dan merealisasikan 10 kondotel dan apartemen di sejumlah lokasi premium di Seminyak, Kuta, Sanur dan Mataram (Lombok).
"Kita memang prioritaskan di bisnis properti. Untuk bisnis properti ini kita menggandeng pengelola hotel seperti Santika, Amaris, Swissbell Hotel, Aston, dan Tauzia. Untuk pengembangan properti ini, kami anggarkan sekitar Rp 800 miliar,"jelasnya, di Denpasar, (18/1/2013). Sementara untuk bisnis ritel, dialokasikan dana sekitar Rp 100 miliar. Pengembangan di bisnis retail ini ditargetkan mampu mencapai pertumbuhan 50 persen dengan penambahan 14 oultet baru.
"Saat ini Hardy’s memiliki 9 mal, 10 supermarket, 9 department store, 2 gourmet store, 2 craft store dan 1 hardware store. Sedangkan penambahan yang dilakukan tahun ini adalah 2 supermarket, 4 hardware store, 4 gourmet, 2 outlet Balicraft center, 2 department store, "jelasnya.
Selain properti dan retail, Hardy's Holding juga mengalokasikan dana sebesar Rp 400 miliar untuk membuka sarana rekreasi keluarga (fun zone) dan pengembangan kawasan hutan pribadi (private forest estate) seluas 50 hektare. Suntikan dana ini juga untuk menambah 100 armada baru bagi usaha penyedia jasa penyewaan kendaraan. Sementara di bidang jasa periklanan akan membangun 50 titik bilboard baru.
Hardy's yang kini memiliki 2.430 karyawan dan 1.800-an outsorcing berencana go public 2016 mendatang. Saat go publik, Hardys bakal melepas 25-30% kepemilikan saham ke masyarakat. Perkiraan dana yang bakal diraup dari Initial Public Offering/IPO ini sekitar Rp 477 miliar. “Pengembangan bisnis tahun ini untuk memperkuat dan menjaga konsistensi pertumbuhan delapan unit usaha kami,” katanya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8105 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5667 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2395 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan