Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Kepala Desa Diancam Mati Lewat Surat Suara
Mendoyo
Kamis, 9 Juli 2009,
16:56 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Gelaran Pilpres 2009 di TPS 2 Dusun Tegak Gede, Yeh Embang Kangin, Mendoyo dikejutkan dengan adanya secarik surat ancaman yang terselip dalam salah satu surat suara. Dalam surat tersebut, si penulis mengancam akan membunuh perbekel atau kelian dinas (kepala dusun) lantaran dinilai pemerintahan di desa tersebut tidak beres.
Dari informasi yang dihimpun, Kamis (9/7) penemuan surat ancaman berawal saat dimulainya penghitungan suara di TPS tersebut. Saat surat suara mulai dihitung, petugas dikejutkan dengan adanya secarik kertas kecil terselip dalam salah satu surat suara yang telah tercontreng.
Setelah dibaca, ternyata dalam kertas kecil tersebut tertulis ancaman -"Pemerintahan desa tidak beres, hati-hati perbekel/kelian dinas diancam mati!-. Yang kemudian diamankan oleh polisi yang bertugas di TPS tersebut.
Kapolsek Mendoyo AKP Ketut Sukarta seijin Kapolres Jembrana AKBP Ketut Suardana ketika dikonfirmasi Kamis (9/7) membenarkan kalau pihaknya sudah mengamankan surat bernada ancaman tersebut.
-uKami masih melakukan penyelidikan siapa sebenarnya yang menaruh surat ancaman tersebut,- katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kamis (9/7) Perbekel Yeh Embang Kangin, Made Ariana mengakui kalau dirinya telah menerima laporan dari KPPS TPS 2 Tegak Gede perihal surat ancaman tersebut. Ariana mengaku menyerahkan sepenuhnya penyelesaian persoalan ini kepada pihak yang berwajib.
-uSecara pribadi saya merasa tidak pernah punya masalah dengan siapapun, apalagi sampai menyinggung perasaan warga. Ini mungkin hanya sentimen pribadi,- ujarnya.
Ariana mengakui tidak tahu apa maksud si penulis surat ancaman tersebut. -uApakah ada kaitan dengan masalah politik atau yang lainnya. Tapi saya harapkan itu tidak sampai seperti itu dan hanya perbuatan iseng saja,- katanya.
Di balik kejadian ini, Ariana menduga ada aktor intelektual yang menyuruh seseorang melakukan perbuatan tercela itu. -Mungkin ada yang menyuruh atau ada pihak ketiga dan mungkin juga ada aktor intelektualnya,- tandasnya.
Jika memang ada yang tidak puas dengan gaya kepemimpinannya, Ariana mengharapkan agar yang bersangkutan menyampaikannya langsung. -uKalau caranya seperti ini, sama dengan pembunuhan karakter,- pungkas mantan Kelian Dinas Tegak Gede ini. (dey)
Dari informasi yang dihimpun, Kamis (9/7) penemuan surat ancaman berawal saat dimulainya penghitungan suara di TPS tersebut. Saat surat suara mulai dihitung, petugas dikejutkan dengan adanya secarik kertas kecil terselip dalam salah satu surat suara yang telah tercontreng.
Setelah dibaca, ternyata dalam kertas kecil tersebut tertulis ancaman -"Pemerintahan desa tidak beres, hati-hati perbekel/kelian dinas diancam mati!-. Yang kemudian diamankan oleh polisi yang bertugas di TPS tersebut.
Kapolsek Mendoyo AKP Ketut Sukarta seijin Kapolres Jembrana AKBP Ketut Suardana ketika dikonfirmasi Kamis (9/7) membenarkan kalau pihaknya sudah mengamankan surat bernada ancaman tersebut.
-uKami masih melakukan penyelidikan siapa sebenarnya yang menaruh surat ancaman tersebut,- katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kamis (9/7) Perbekel Yeh Embang Kangin, Made Ariana mengakui kalau dirinya telah menerima laporan dari KPPS TPS 2 Tegak Gede perihal surat ancaman tersebut. Ariana mengaku menyerahkan sepenuhnya penyelesaian persoalan ini kepada pihak yang berwajib.
-uSecara pribadi saya merasa tidak pernah punya masalah dengan siapapun, apalagi sampai menyinggung perasaan warga. Ini mungkin hanya sentimen pribadi,- ujarnya.
Ariana mengakui tidak tahu apa maksud si penulis surat ancaman tersebut. -uApakah ada kaitan dengan masalah politik atau yang lainnya. Tapi saya harapkan itu tidak sampai seperti itu dan hanya perbuatan iseng saja,- katanya.
Di balik kejadian ini, Ariana menduga ada aktor intelektual yang menyuruh seseorang melakukan perbuatan tercela itu. -Mungkin ada yang menyuruh atau ada pihak ketiga dan mungkin juga ada aktor intelektualnya,- tandasnya.
Jika memang ada yang tidak puas dengan gaya kepemimpinannya, Ariana mengharapkan agar yang bersangkutan menyampaikannya langsung. -uKalau caranya seperti ini, sama dengan pembunuhan karakter,- pungkas mantan Kelian Dinas Tegak Gede ini. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5957 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026