Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Kepala Dibenturkan, Handphone Disikat
Kaliuntu
BERITABALI.COM, BULELENG.
Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Kota Singaraja, dua orang pelaku yang belum diketahui identitasnya berhasil membawa kabur sebuah handphone setelah melakukan aksi kekerasan dengan membenturkan kepala korban serta mengikat kedua tangannya.
Peristiwa yang menimpa, Kadek Rosdiantini (26) saat sendirian dirumahnya, Sabtu, (20/10) itu berawal dari kedatangan dua orang tidak dikenal dengan mengendarai sepeda motor dan mengaku sebagai petugas PDAM Buleleng.
saya sudah curiga, pagar saya tutup tapi kedua orang itu memaksa, bahkan saya diancam mau diperkosa sehingga saya melawan dan kepala saya dibenturkan ke tembok, selanjutnya kedua tangan diikat,ungkap Rosdiantini.
Dari tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau curas itu, korban Rosdiantini mengalami luka serius pada bagian kepala akibat benturan yang bertubi-tubi dilakukan pelaku dan masih menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Buleleng.
korban sedang divisum ke rumah sakit dan identitas kedua pelaku dengan sepeda motornya telah kita kantongi, kita masih melakukan pengejaran dan pengembangan dilapangan dalam kasus ini,ungkap Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Pande Putu Sugiarta.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3900 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3003 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2064 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2033 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1818 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun