Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Kepala Sekolah SMAN 1 Negara Membela Diri
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Adanya pungutan berdalih sumbangan sukarela di SMAN 1 Negara yang dikeluhkan sejumlah wali murid, membuat Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 1 Negara, Wayan Astawa membela diri.
Menurutnya, pihak sekolah hanya mengajukan program plus rancangan kebutuhan dananya kepada komite sekolah dan sama sekali tidak melakukan intervensi terhadap jalannya rapat yang melahirkan keputusan pungutan sumbangan sukarela senilai minimal Rp. 600 ribu kepada semua murid kelas X.
Astawa ketika dikonfirmasi Senin (27/10) mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima sepeserpun pembayaran sumbangan tersebut karena baru dalam tahap sosialisasi pada Sabtu (25/10) lalu. "Sumbangannya belum ada yang bayar namun beberapa wali murid telah menandatangani surat pernyataan untuk menyumbang ke sekolah, " ujarnya.
Astawa memaparkan dalam rapat dengan komite sekolah, Sabtu (25/10) lalu dirinya hanya menyampaikan program yang dirancangnya demi kemajuan sekolah untuk bidang akademik, non akademik, bidang fisik dan lain-lain dengan total anggaran Rp 243 juta lebih.
"Kami mengajukan program tersebut karena program tersebut harus segera dilaksanakan kalau mengajukan proposal ke Pemkab biasanya prosesnya lama. Kami juga malu minta terus ke Pemkab," terangnya.
Dalam rapat yang dihadiri oleh 279 wali murid kelas X tersebut, kata Astawa, dirinya hanya diam saja setelah menyampaikan program sekolah dan rapat dipandu oleh komite sekolah. "Setelah memaparkan program saya hanya mendengarkan saja, saya tidak melakukan intervensi. Semua keputusan ada di tangan komite," jelasnya.
Lanjut Astawa, rapat memutuskan para wali murid menyumbang secara sukarela dengan batas minimal Rp 600 ribu, namun bagi yang tidak mampu bisa mencicil dan terlebih dahulu membuat pernyataan setuju untuk menyumbang. "Ini tidak kita paksakan kepada seluruh wali murid. Dan tidak ada sanksi apapun bagi yang tidak menyumbang," tandasnya.
Astawa membela diri dengan mendasarkan keputusan pungutan tersebut pada SK Bupati Jembrana No 24 tahun 2003 yang pada poin 3 menyebutkan orang tua murid masih diberi kesempatan untuk menyumbang atau berpartisipasi untuk sekolah.
Astawa pun mengakui kalau pihaknya menerima bantuan operasional sekolah dari Pemkab Jembrana Rp. 143 juta setiap tahun. "Sebenarnya bantuan tersebut cukup namun kami ingin lebih berkembang dan tidak bergantung dengan bantuan Pemkab," tandasnya.
Sebelumnya, para wali murid mengeluhkan adanya sumbangan sukarela tapi nilainya dipatok minimal rp. 600 ribu. Menurut mereka ini bukan merupakan sumbangan sukarela tapi sudah merupakan pungutan liar (pungli) karena sudah di luar ketentuan, apalagi saat rapat itu para wali murid diminta tidak mempermasalahkan hal ini dan jangan sampai ada SMS yang melaporkan hal ini.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan