Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Kerugian Belum Ditotal Pemkab Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Gelombang pasang di sepanjang Pantai Buleleng dalam sepekan terakhir melumpuhkan aktivitas para nelayan, bahkan dibeberapa titik di kawasan pesisir pantai Bali utara mengakibatkan sebagian besar perkampungan nelayan luluh lantak dihantam gelombang. Sementara hingga Sabtu (16/2), kerugian yang ditafsir dalam musibah itu belum diketahui secara pasti.
“Mau gimana lagi, saya tidak bisa melaut, peralatan mencari ikan ada yang hanyut, belum lagi rumah saya terhempas oleh gelombang setinggi lima meter. Sampai sekarang belum ada bantuan, ya mau gimana lagi, kalau makan ya kita berusaha sendiri,” ungkap Nyoman Santika, nelayan di Desa Giri Mas Kecamatan Sawan.
Keluhan senada juga disampaikan beberapa nelayan di pesisir Pantai Desa Bungkulan di Kecamatan Sawan, pantai Pemaron dan Anturan di Kecamatan Buleleng serta nelayan di Pantai Pengastulan Kecamatan Seririt dan Pantai Alas Sari Desa Pacung kecamatan Tejakula.”Kita tidak bisa bekerja karena kondisi laut yang ganas, jadi kita masih menunggu uluran bantuan dari pemerintah,” ujar para nelayan secara terpisah.
Sementara Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui instansi terkait, Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Buleleng nampaknya belum memantau kondisi terakhir kawasan yang tertimpa musibah tersebut.”Beberapa sudah ada kita berikan bantuan. Bantuan itu diberikan langsung oleh pak bupati,” papar Kadiskessos, Ketut Bagiada.
“Kalau kerugian secara pasti kita belum mengetahui dan kerugian yang dialami pasca musibah gelombang pasang ini belum ditotal. Kita masih menunggu adanya laporan dari perbekel dan lurah yang wilayahnya terkena musibah,” ujar Bagiada.
Sementara, kondisi terakhir kawasan Pantai di Bali Utara, gempuran dan hempasan ombak mulai melunak, sehingga sejumlah warga di Pesisir Pantai memanfaatkan kondisi itu untuk melihat rumah yang ditinggalkan ataupun menyelamatkan beberapa sisa harta benda yang masih bisa diselamatkan.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan