Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Ketua DPRD Badung Dorong Pengamanan Terpadu Kawasan Wisata
BERITABALI.COM, BADUNG.
Meningkatnya potensi gangguan keamanan di kawasan pariwisata Kabupaten Badung mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti.
Menurutnya, persoalan keamanan menjadi salah satu dampak dari berkembangnya sektor pariwisata di Bali sehingga perlu penanganan terpadu dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat dan aparat terkait.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Badung segera mengambil langkah konkret melalui formulasi pengamanan terpadu di kawasan wisata, khususnya wilayah Kuta.
"Sangat jelas ya, kita sangat butuh pengamanan terpadu, karena itu merupakan akses dari pariwisata. Maka dari itu, ya kami sangat berharap bahwa ini disambut baik oleh Pak Bupati. Kemudian Pak Bupati menstimulasikan, membuatkan formulasinya. Yang paling penting, saya garis bawahi, libatkanlah keamanan-keamanan yang ada di masyarakat," jelasnya, Kamis (28/5/2026) di Kuta, Badung.
Anom Gumanti menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah pariwisata. Menurutnya, pola pengamanan terpadu yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga unsur keamanan masyarakat dapat menjadi solusi efektif menekan tindak kriminalitas.
"Saya kira kalau mungkin merujuk pada satu titik ya itu pengamanan terpadu. Jadi disitu ada TNI, Polri, kemudian ada dari instansi pemerintah juga, ketika di lapangan ini menemukan kendala kendala," ujarnya.
Selain itu, ia juga mendorong adanya regulasi yang jelas agar pola kerja antarinstansi dalam sistem pengamanan terpadu dapat berjalan maksimal.
"Jadi kalau memang nanti sudah ada formulasinya, kemudian bila perlu mungkin dibuatkan sebuah ya semacam regulasilah, apa bagaimana metodenya, polanya. Yang karena ini keterlibatan masing masing instansi yang terkait, Saya kira itu," katanya.
Anom Gumanti turut menyoroti kondisi keamanan kawasan Kuta yang dinilainya kini lebih stabil dibanding beberapa tahun lalu.
Menurutnya, berkurangnya aktivitas hiburan malam tertentu diduga ikut memengaruhi menurunnya kasus kriminalitas seperti jambret dan copet.
"Saya melihat kondisi Kuta sekarang lebih stabil. Karena saya enggak tahu apakah pengaruhnya karena sudah sedikit sekarang yang namanya ada hiburan malam itu, yang arti diskotik. Kalau dulu, urusan jambret, copet, itu hampir tiap hari. Sekarang sudah sangat jauh dari hal-hal itu. Artinya bukan menjamin bahwa keamanan lebih baik dari dulu, belum tentu. Karena kan tadi saya sudah sampaikan ekses pariwisata itu banyak, ada yang positif, ada yang negatif," paparnya.
Meski demikian, ia menegaskan sekecil apa pun potensi gangguan keamanan harus tetap diantisipasi melalui keterlibatan aktif masyarakat.
"Jadi sekecil apa pun yang namanya gangguan keamanan ini bisa ditanggulangi, dengan keterlibatan masyarakat. Nah, kalau respon masyarakat, saya kira yakin saya responnya pasti akan mendukung, mensupport. Bahkan bila perlu, terlibat dalam misalnya kalau memang ada keamanan, setiap malam keliling, atau gimana polanya ya silakan ditentukan," bebernya.
Ia juga menilai desa adat di wilayah Kuta sangat siap membantu pengamanan melalui keberadaan Pecalang dan Jaga Baya.
"Artinya, desa adat sudah sangat siap. Karena beliau memiliki komponen yang sangat banyak khusus kita bicara Kuta.Ada namanya Jaga Baya, ada namanya Pecalang. Berapa pun personilnya yang dibutuhkan, saya kira pasti akan siap," pungkas Anom Gumanti.
Editor: Redaksi
Reporter: DPRD Badung
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli