Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Ketum PDIP Megawati, tak Bisa Digantikan yang Lain
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Presiden terpilih Jokowi dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengusulkan agar Megawati Soekarnoputri kembali menjadi ketua umum periode 2015-2020.
Peneliti Poltracking Institut, Arya Budi menilai usulan pencalonan Megawati tersebut merupakan bentuk kohesitas partai. "Karena PDIP menyadari, Megawati tidak bisa digantikan oleh orang lain. Kalau digantikan risikonya ialah terjadi pergolakan internal," ujar Arya, Minggu (21/9/2014).
Dia menambahkan pencalonan kembali Megawati sebagai ketum karena fitur dari PDIP sendiri yang membutuhkan patron.
"Megawati merupakan ikon dan simbol serta pemersatu PDIP, itu dimulai dari tahun 1994 ketika pecah dari PDIP Surjadi sampai dengan sekarang. Ditambah lagi faktor kedua Megawati merupakan keturunan Soekarno," jelasnya.
Lebih lanjut Arya menerangkan kalau PDIP tetap dipimpin Megawati akan memberikan kekuatan kepada pemerintahan Jokowi-JK ke depannya.
Namun dengan begitu, menurutnya, dari kekurangan Megawati dengan tetap menjadi ketum PDIP adalah besar atau kecil keputusan dan kebijakan Jokowi akan diwarnai oleh Megawati.
"Ini merupakan keterperangkapan Jokowi mulai dari pencapresan sampai menjadi presiden. Tentang komposisi menteri dan isu strategis, misalkan, Megawati pasti akan campur tangan disitu," terangnya.
Arya menambahkan Jokowi tetap mempunyai otoritas pada hal-hal tertentu, terutama dalam implementasi kebijakan pemerintah.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 933 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 773 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 589 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 550 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik