Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Kim Jong Un Takut Tinjanya Dicuri, Ini Sebabnya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan selalu membawa toilet saat bepergian terutama ketika keluar negeri. Kebiasaannya itu dilakukan karena ia takut tinjanya dicuri intelijen negara-negara musuh.
Baca juga:
Cina Cap AS Bandit dan Maling Minyak Suriah
Kenapa sampai Kim Jong Un tak ingin tinjanya dicuri?
Kim Jong Un tidak ingin intelijen negara musuh mencari petunjuk tentang kondisi kesehatannya melalui tinja, seperti dikutip dari The Telegraph. Selain itu, langkah tersebut dilakukan Kim Jong Un untuk mencegah kondisi kesehatannya bocor ke publik melalui analisis dari sampel fesesnya.
Melalui sampel tinja memang bisa diteliti kondisi kesehatan, jenis parasit tubuh, hingga pola kebiasaan makan seseorang, termasuk jenis minuman dan makanan yang biasa dikonsumsi.
Kim pernah terpantau membawa toilet pribadi saat menghadiri pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, pada 2018. Kim Bahkan membawa beberapa toilet termasuk yang disediakan di dalam mobil dinasnya, Mercedes, seperti dikutip dari Business Insider.
"Toilet tak hanya ada di kereta pribadi Kim Jong Un tetapi juga mobil kecil atau menengah apa pun yang dia tumpangi dan bahkan di kendaraan khusus yang dirancang untuk medan pegunungan atau salju," demikian laporan Business Insider mengutip Daily North Korea.
Kondisi kesehatan Kim kembali ramai dibincangkan usai muncul laporan penguasa Korut itu mengalami krisis paruh baya dan menjalani gaya hidup tak sehat.
Menurut beberapa laporan media, di tengah krisis paruh baya tersebut, Kim kerap menangis dan minum-minum alkohol hingga mabuk.
Kim juga dikabarkan sangat cemas akan kesehatannya, terutama setelah pernah positif Covid-19.
"Pemimpin [Korut] menghadapi kecemasan baru terkait kesehatan dan keselamatan dia menjelang usia 40 tahun," kata Pengamat studi Korea Utara yang berbasis di Seoul, Choi Jinwook, seperti dikutip dari The Telegraph.
Pengamat Korea Utara dan peneliti doktoral Universitas Kookmin, Peter Ward, menyatakan hal serupa.
"Dia mungkin lebih merasa fana sekarang dibanding tiga tahun lalu. Dan, dia juga pernah menderita Covid-19 awal tahun ini," ujar Ward.
Lebih lanjut, Ward mengatakan sejak 2011 Kim mengamankan kekuasaan dengan cara yang dianggap brutal. Namun, pengamat itu juga menilai Kim tampaknya kewalahan menghadapi krisis dunia ditambah lagi sanksi ekonomi internasional.
Kim kian terlihat tertekan karena dia juga berusaha keras memblokir penyebaran informasi tentang dirinya. Di tengah rumor kesehatan Kim, dokter pribadi dan istri Kim Jong Un telah meminta dia untuk berhenti mengonsumsi minuman yang bisa membuat kondisi kesehatannya anjlok.
Mereka juga merekomendasikan agar pemimpin Korut itu sering berolahraga. Namun, Kim tampaknya mengabaikan saran tersebut.
Isu kesehatan Kim menurut sebetulnya sudah mencuat sejak lama. Pada Desember 2021, berdasarkan foto yang beredar pemimpin Korut itu tampak kurus saat menghadiri rapat Pleno Komite Sentral Partai Buruh.
Pada 2020, Kim bahkan sempat tak muncul dari sorotan publik selama berminggu-minggu. Kabar ini memicu spekulasi liar soal kesehatan pemimpin Korut.
Beberapa media bahkan mengklaim, Kim meninggal dunia usai terjadi kesalahan dalam operasi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4501 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2309 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1926 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1585 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun