Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Komitmen Dewan Terpilih, Dinilai Rapuh
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Anggota DPRD Kabupaten Karangasem terpilih, disinyalir tanggungjawab moralnya kepada masyarakat, sangat tipis. Pasalnya, cara mendapatkan kursi itu dominan menggunakan kekuatan uang.
Seperti diungkapkan Muh Nuh Fatah SH, aktivis Gerakan Masyarakat Pendukung reformasi Demokrasi Karangasem di Amlapura. Masih menurutnya, komitmen anggota DPRD terpilih dengan para pemilih, sangat rapuh. Memenangkan kursi DPRD, sifatnya pragmatis. Dimana uang mendominasi sebagai alat meraih kursi. Tidak ada lagi yang namanya militan sebagai pemilih partai tertentu.
Kekuatan uang, masih menurut Fatah, mampu menjalar hingga lintas partai. Bahkan dilakukannya secara berlapis. Dengan dalih membantu banjar adat, kelompok tani dan ternak, sekeha teruna-teruni dan organisasi sosial lainnya.
Namun saat detik-detik menjelang pemilu, langsung menyodok pemilih dengan serangan fajar Hanya saja, jika dipersentasekan, tidak semua anggota dewan terpilih menggunakan cara-cara picik tersebut.
Ada juga yang yang lolos dengan perjuangan riil, meyakinkan pemilih dengan pemikiran cerdas. Namun jelas persentasenya amat kecil. Hal serupa juga diungkapkan mantan Ketua Komisi A DPRD Bali I Nengah Sumardika.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2816 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun