Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Konflik Kartel Narkoba Meksiko, Ratusan Orang Tewas dan Hilang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Setidaknya sebanyak 53 orang tewas dan 51 orang lainnya masih hilang karena perselisihan yang terjadi antar kelompok dalam kartel narkoba di wilayah Sinaloa, Meksiko, pecah sejak awal September 2024.
Seperti diberitakan Reuters pada Jumat (20/9), kekerasan mengerikan antar kelompok dalam kartel tersebut disebut belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Konflik internal yang meluas tersebut terjadi antara dua faksi paling kuat dalam kartel narkoba itu. Perselisihan dimulai sejak pemimpin salah satu kelompok tersebut, Ismael 'El Mayo' Zambada, ditangkap di Amerika Serikat pada Juli 2024.
Zambada yang berusia 74 tahun tersebut menuding seorang anggota senior faksi lain kartel itu, Los Chapitos, menculiknya dan menerbangkan dirinya ke Amerika Serikat tanpa sepengetahuannya.
Sejak pertempuran berupa baku tembak pecah pada 9 September, kehidupan masyarakat di kota Culiacan terganggu, seperti sekolah terpaksa tutup beberapa hari dan restoran serta toko tutup lebih awal.
Gubernur Sinaloa, Ruben Rocha Moya mengatakan pada Jumat (20/9), bahwa lebih dari 40 orang ditangkap dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, lebih dari lima ribu paket makanan dibagikan di seluruh Sinaloa.
Pihak militer Meksiko yang berjuang meredakan pertempuran tersebut menangkap kepala keamanan Archivaldo Guzman pada Kamis (19/9), serta pemimpin Los Chapitos sekaligus putra mantan gembong Sinaloa, Joaquin 'El Chapo' Guzman.
Sementara itu, menurut sumber keamanan federal, Fernando Perez Medina yang dikenal juga sebagai El Piyi turut ditangkap di Culiacan.
Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan pada Kamis (19/9) bahwa Amerika Serikat ikut bertanggung jawab atas kekacauan tersebut karena mereka "melaksanakan operasi ini".
Ucapan Obrador tersebut merujuk pada perbincangan sebelumnya antara pejabat AS dan Joaquin Guzman Lopez, pihak yang menculik Zambada.
Pejabat AS juga sudah mengonfirmasi secara pribadi bahwa mereka mengadakan pembicaraan dengan Guzman. Namun Duta Besar AS untuk Meksiko, Ken Salazar, mengatakan pada bulan lalu bahwa pejabat AS terkejut menemukan Zambada di AS. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5961 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2298 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2231 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan