Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Korupsi Rp458 Juta, Bendahara BUMdes Kertha Buana Jadi Tersangka
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kejaksaan negeri Karangasem akhirnya menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi BUMdes Desa Ketha Buana, Kecamatan Sidemen, Karangasem pada Selasa (14/2/2023).
Kejari menetapkan bendaha BUMdes Desa Kertha Buana inisial NWS seorang perempuan berusia 50 tahun ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti yang telah dikantongi Kejari.
"Modusnya tersangka ini memakai uang Bumdes untuk keperluan pribadi, uangnya dipakai bertahap, ada juga pembayaran kredit masuk tapi tidak dicatat dan dipakai sendiri. Sesuai dengan hasil auditor Kejati Bali, kerugian yang timbulkan sekitar Rp.458 juta," kata Kajari Karangasem, Endang Tirtana disampingi Kasi Intel, Dewa Gede Semara Putra dan Kasi Pidsus, Matheos Matulessy kepada awak media.
Disana juga terungkap bahwa sebelum penetapan tersangka ini, NWS sempat mengembalikan uang sebesar Rp.1,4 juta dari total kerugian sebesar Rp.458 juta yang ditimbulkan dalam kasus dugaan korupai BUMdes Desa Kertha Buana tersebut.
Dalam penetapan ini, tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 undang - undang nomor 31 tahun 1999 tentang peberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal hukuman seumur hidup.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4421 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1945 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1508 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 997 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 929 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun