Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
KPK Diskriminatif Tangani Kasus Korupsi
jakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Pengamat hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Mudzakkir menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cenderung diskriminatif dalam memberantas korupsi. Terutama dalam menelaah lebih lanjut, pihak-pihak lain yang terlibat korupsi kasus Hambalang.
"Kalau ada orang yang dipilih (tersangka yang telah ditetapkan), maka orang lain yang terlibat diabaikan, timbul dugaan diskriminasi," kata Mudzakkir kepada INILAH.COM, Minggu (10/11/2013).
Ia menjelaskan, di dalam ilmu hukum, penyelidikan perkara korupsi seharusnya bersifat keilmuan, sehingga hasil yang didapatkan sesuai harapan. Namun dari kasus Hambalang, KPK tidak berani mengungkap nama-nama lain, terutama yang dekat dengan penguasa.
"Padahal dalam hukum pidana, proses penyidikan perkara pidana bersifat objektif, ilmiah, dan dapat diuji oleh siapa saja dan hasilnya akan sama. Sekarang muncul istilah baru, KPK berani atau tidak berani, independen atau tidak independen," terangnya.
Di samping itu, Mudzakkir menyebut kinerja KPK menimbulkan berbagai pertanyaan dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka, KPK menetapkan tersangka terlebih dahulu, baru kemudian mencari bukti.
"Kasus Hambalang sebagai bukti cara kerja siapanya, sehingga kalau ada orang terlibat dan disebut di persidangan cenderung diabaikan (KPK)," ujar dia.
Seperti diketahui, tersangka Hambalang Anas Urbaningrum menantang KPK untuk mengungkap nama bu Pur (Sylvia Soleha), istri kepala rumah tangga Cikeas Purnomo D Rahardjo, sebagai salah satu aktor penting korupsi proyek wisma atlet Hambalang. Menanggapi hal tersebut, KPK pun enggan mengomentarinya. KPK dinilai tebang pilih dan tidak berani menyentuh pihak-pihak yang dekat dengan penguasa seperti Bunda Putri.[bbn/inilah.com]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5732 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2545 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan