Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Kronologi Dua Orang Diduga Lempar Bom Molotov di Pererenan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Polisi menyelidiki dugaan pelemparan benda menyerupai bom molotov yang menyebabkan sebuah office terbakar di Jalan Dalem Gede, Banjar Jempinis Nomor 11, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, Senin (14/9/2026) dini hari.
Kebakaran tersebut menyebabkan office berukuran sekitar 2x2 meter terbakar. Selain bangunan, sejumlah tanaman hias, kaca dan kamera CCTV di lokasi juga mengalami kerusakan.
Ps Kasi Humas Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 04.30 WITA. Seorang saksi berinisial IPSY (44) terbangun setelah mendengar suara gemuruh.
Saat melihat ke luar melalui jendela rumah, saksi mendapati kobaran api di bagian depan office milik korban berinisial IMDA (41).
Sekitar pukul 04.48 WITA, korban yang sedang menonton televisi juga mendengar suara dentuman dari arah luar. Setelah mengecek ke depan, korban mendapati office miliknya dalam kondisi terbakar.
Korban kemudian memeriksa rekaman CCTV dan menduga kebakaran terjadi setelah seseorang melemparkan benda yang menyerupai bom molotov ke arah office.
Saksi yang mengetahui kejadian tersebut kemudian keluar rumah dan memberitahukan kondisi kebakaran kepada korban. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada kepala lingkungan dan kepolisian.
"Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi tersebut. Di antaranya pecahan botol minuman beralkohol merek Draf, sumbu yang terbuat dari kain lap, serta tanah bekas tumpahan cairan yang diduga BBM jenis Pertalite," jelasnya, Rabu,(23/9/2026) dalam keterangan tertulisnya di Denpasar.
Penyelidikan dilakukan Unit Reskrim Polsek Mengwi dengan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari empat titik CCTV yang berada di sekitar TKP, hanya dua kamera yang masih berfungsi.
Dari rekaman tersebut, terlihat dua orang datang dari arah selatan. Keduanya disebut mengenakan jaket hitam, masker hitam dan helm hitam.
Kedua orang tersebut diduga melemparkan benda yang menyerupai bom molotov ke arah office sebelum meninggalkan lokasi dan kembali bergerak ke arah selatan. Polisi kemudian menelusuri rekaman CCTV lain yang berada di sebelah selatan TKP.
"Dari hasil pemeriksaan, terekam dua orang dengan ciri pakaian serupa, yakni mengenakan jaket hitam, masker hitam dan helm hitam," sebutnya.
Keduanya diduga menggunakan sepeda motor Yamaha X-Max dan melaju dengan kecepatan tinggi ke arah selatan. Sepeda motor tersebut juga disebut tidak menggunakan pelat nomor polisi.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas kedua orang tersebut, termasuk menelusuri rekaman CCTV tambahan di sekitar lokasi.
Motif di balik dugaan aksi pelemparan tersebut juga masih dalam penyelidikan. Polisi menggali keterangan korban dan saksi untuk mengetahui kemungkinan adanya persoalan atau ancaman sebelum kejadian.
Dalam pemeriksaan di lokasi, tim juga menemukan sumbu pada bagian tutup botol. Sementara kamera CCTV mengalami kondisi terbakar ringan, begitu pula kaca bagian depan office. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Kasus ini masih ditangani Unit Reskrim Polsek Mengwi untuk mengungkap pelaku dan memastikan secara lebih lanjut benda yang digunakan dalam aksi tersebut," pungkas Yuni Eltari.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan