Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Kuta Perlu Rekayasa Lalu Lintas Ekstrem
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sebagai daerah tujuan wisata favorit, kawasan wisata Kuta kini sering dilanda persoalan kemacetan. Untuk mengatasi hal ini, perlu ada rekayasa lalu lintas ekstrem di kawasan Kuta. Pendapat ini disampaikan ahli infrastruktur dan transportasi publik Bali yang juga calon DPD Bali, AA Putu Ngurah Wirawan, di Kuta, Selasa (25/3/2014).
Menurut Ngurah Wirawan, persoalan kemacetan lalu lintas yang dihadapi Kuta kini semakin parah. Tak hanya persoalan padatnya kendaraan dan kemacetan lalu lintas, persoalan lain yang juga dihadapai Kuta adalah masalah lahan parkir. "Selain jalanan yang seringkali macet terutama di hari libur, persoalan lainnya yang dihadapi Kuta adalah persoalan ketersediaan lahan parkir. Untuk mencari lahan parkir di Kuta susah, apalagi di musim liburan,"ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan kemacetan ini, kata Ngurah Wirawan, perlu ada rekayasa lalu lintas ekstrem di kawasan wisata Kuta.
"Kuta memang memerlukan kebijakan atau rekayasa lalu lintas ekstrem, seperti pembatasan kendaraan pribadi masuk Kuta. Hanya kendaraan pribadi penghuni dengan stiker khusus yang boleh masuk Kuta. Harus ada aturan penggunaan kendaraan pribadi di jalanan Kuta yang sempit dan ramai ini,"tegas Wirawan.
Kebijakan melarang kendaraan pribadi dan umum masuk kawasan wisata Kuta, kata Wirawan, harus diimbangi dengan penyediaan kendaraan umum shuttle bus, yang setiap saat tersedia melayani penumpang atau wisatawan yang akan masuk kawasan Kuta.
"Harus disiapkan shuttle bus, yang secara konsisten misalnya setiap 5 menit siap melayani penumpang di halte-halte. Shuttle bus ini bisa membawa orang keliling Kuta dengan waktu yang konsisten, jadi tidak perlu lagi membawa mobil pribadi masuk ke Kuta,"terangnya.
Menurut Ngurah Wirawan, hanya rekayasa lalu lintas ekstrem ini yang paling memungkinkan diterapkan untuk mengatasi persoalan kemacetan di Kuta. Karena untuk membangun atau memperluas jalan di kawasan Kuta saat ini sudah tidak mungkin lagi karena faktor ketersediaan lahan.
"Namun aturan yang dibuat harus didukung fasilitas layanan umum yang memadai. Selain tersedianya shuttle bus, juga harus tersedia halte bus di posisi yang sesuai dengan tujuan pengguna. Saat ini banyak kendaraan pribadi masuk Kuta dan bikin macet karena tidak adanya fasilitas angkutan umum yang nyaman di Kuta,"tegasnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli