Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Laporan Korupsi di Bali Mandeg, Laporkan ke Ombudsman
denpasar
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Denpasar. Laporan kasus korupsi dari masyarakat kepada aparat penegak hukum seringkali tidak ditindaklanjuti alias mandeg. Terkait hal ini, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, menyatakan warga harus berani melapor ke ombudsman, jika laporan kasus korupsi tidak ditindaklanjuti dengan sebagaimana mestinya.
Hal ini disampaikan Umar Ibnu Alkhatab, di Denpasar, Jumat (20/12/2013), menanggapi banyaknya laporan masyarakat tentang laporan kasus korupsi di Bali yang macet setelah sampai di tangan penegak hukum. Hanya kasus-kasus korupsi tertentu yang lancar penanganannya hingga berlanjut ke persidangan.
"Jika ada kasus dugaan korupsi yang dilaporkan warga, misalnya saja ke kejaksaan, tapi tidak ditindaklanjuti padahal dokumennya sudah lengkap, ini wajib dilaporkan. Warga harus berani melaporkan hal-hal seperti ini. Jika tidak melaporkan, maka masyarakat akan ikut bagian dalam sistem yang rusak itu," ujar Umar Ibnu Alkhatab.
Umar menjelaskan, jika laporan kasus korupsi tidak ditindaklanjuti meski berkas dan data yang dilaporkan sudah lengkap, itu sudah termasuk mal administrasi.
" Untuk laporan di kejaksaan misalnya, setelah dilaporkan, kita akan klarifikasi, kenapa tidak ditindaklanjuti, kita juga akan konsultasikan ke Kejaksaan Agung,"ujar pria asal Flores ini.
Meski bebas melapor ke ombudsman, namun Umar meminta agar masyarakat melengkapi laporannya selengkap mungkin.
"Dalam menyampaikan laporan, masyarakat harus susun kronoligis laporannnya, sehingga kita tahu jalan peristiwanya.
Masyarakat kadang memberi laporan yang tidak lengkap dokumennya," ujarnya. [dev]
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli