Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Lemah, Finishing Kerajinan di Bangli

Bangli

Senin, 20 Oktober 2008, 16:29 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Produk kerajinan Bangli memang selama ini sering mentok di tingkat finishing, dan justru kondisi ini mengakibatkan lemahnya posisi tawar produk. Kondisi delematis tersebut kini menjadi perhatian DPRD Bangli.



I Gede Koyan Eka Putra, Politisi asal partai golkar melihat fenomena itu sepatutnya Pemkab Bangli mengambil sikap dan langkah yang mengarah kepada upaya peningkatan finishing (penyelesaian akhir) suatu produk, sehingga produk bisa langsung dijual kepada konsumen dan atau memiliki posisi tawar kuat. Dengan demikian harga jual bisa jauh lebih tinggi dan buntutnya bermuara pada tingkat keuntungan perajin.

“Disini diperlukan peran serta pemerintah daerah guna meningkatkan taraf hidup pengerajin” ujar Koyan saat ditemui di ruang kerjanya , Senin (20/10).



Menyikapi adanya tanggapan bahwa produk kerajinan Bangli masih belum memiliki posisi tawar akibat produk tersebut masih sebatas barang setengah jadi ( belum sampai finishing), anggota DPRD Bangli asal Desa Buahan Kintamani itu meminta Pemkab Bangli ke depan mesti mengambil langkah soal itu.

Mereka (para perajin) mesti dibekali keterampilan dan teknologi finishing. Ia tak ingin yang bekerja keras perajin Bangli lantas yang mendapatkan untung besar justeru daerah lain (daerah yang mampu melakukan finishing). Ia tak ingin hal itu terus terjadi hingga kurang memberikan keuntungan bagi perajin di Bangli.



”Kalau memang soal finishing persolannya, yah Pemkab mesti ambil langkah dong “, ujarnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Periondustrian dan Perdagangan Bangli Drs. Sang Made Suryawan mengakui produk kerajinan Bangli saat ini belum sampai pada proses finishing atau yang dijual adalah barang setengah jadi. Finishing justru dilakukan daerah lain. Nilai jual produk setengah jadi relatif murah, dibanding yang sudah finishing. (bgs)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami