Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Luas Lahan di Gunung Batur yang Terbakar Capai 3 Hektar
BERITABALI.COM, BANGLI.
Tim gabungan berhasil memadamkan api yang membakar lahan dan semak kering di Taman Wisata Alam Gunung Batur Bukit Payang (TWAGBBP), Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.
Tim tersebut terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli, Kesatuan Pengelola Hutan Konservasi (KPHK) Kintamani, Kodim Bangli, Polsek Kintamani, Damkar Kabupaten Bangli, Masyarakat Peduli Api (MPA), Kelompok Gunung Sari Mertha dan masyarakat sekitar. Proses pemadaman api tersebut dilakukan dengan teknik bakar balik atau membuat sekat bakar.
Hal ini disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D. dalam Siaran Pers BNPB Sabtu (23/10).
Ia mengatakan hasil kaji cepat tim BPBD Kabupaten Bangli per Sabtu (23/10) pukul 08.30 WIB, luas lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 3 hektar.
“Menurut asesmen tim di lapangan, munculnya titik api diduga berasal dari adanya pergesekan ranting yang juga dipicu oleh faktor cuaca yang panas disertai angin kencang pada Jumat (22/10) siang. Tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa atas peristiwa tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan setelah berhasil memadamkan api di lokasi utama, tim gabungan juga menemukan empat titik api baru yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran sebelumnya. Adapun titik api baru itu berada di sisi timur punggung Gunung Batur.
“Melihat adanya titik api baru tersebut, tim gabungan mengambil langkah cepat untuk pemadaman dan asesmen lebih lanjut. Api kemudian berhasil dipadamkan setelah melalui upaya keras seluruh tim, kendati sebelumnya mengalami kendala karena titik lokasi berada pada kemiringan yang curam,” jelasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada tim di lapangan atas sinergitas dan kerja keras, sehingga api bisa dipadamkan.
“Potensi ancaman masih ada, sehingga mari kita semua tingkatkan kewaspadaan terutama masyarakat setempat untuk peduli terhadap lingkungan disekitarnya,” tukasnya.
Ia mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengenali ancaman bencana dan menyiapkan upaya strategi penanganan agar "Kita Siap Untuk Selamat".
“Karena esensi utama Penanganan Bencana adalah penyelamatan jiwa manusia,” pungkasnya.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5828 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2562 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2206 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan