Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Luhut Soal Retreat di Akmil Magelang: Seperti Kembali ke Rumah Kedua
beritabali.com/cnnindonesia.com/Luhut Soal Retreat di Akmil Magelang: Seperti Kembali ke Rumah Kedua
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku serasa kembali ke masa lalu ketika mengikuti retreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil), Magelang.
Luhut menimba ilmu sebagai prajurit TNI di Akmil Magelang pada 1970. Ia pun yakin Presiden Prabowo Subianto yang masuk Akmil pada 1974 merasakan hal serupa.
"Rasanya seperti kembali ke rumah kedua jika berada di Akademi Militer Magelang. Saya yakin perasaan yang sama juga menyelimuti Presiden @prabowo dan juga para eks perwira yang pernah menimba ilmu di Lembah Tidar," kata Luhut di Instagramnya, Sabtu (26/10).
Menurutnya, banyak suka dan duka yang terjadi di Akmil ketika menjalani latihan kepemimpinan. Sebagai seorang senior, ia menilai Prabowo dulu sebagai orang yang taktis dan tangkas.
"Karena kemampuan tersebut juga barangkali kami sering diduetkan dalam setiap penugasan, bedanya dulu saya adalah senior, sekarang Pak Prabowo menjadi pimpinan saya. Mystery of life sekali lagi terjadi di perjalanan hidup ini," ujarnya.
Luhut mengungkap banyaknya kenangan jadi salah satu alasan Prabowo menyelenggarakan retreat bersama para menteri dan wakil menteri di Akmil Magelang.
"Tempat ini memiliki nilai historis dan simbolis sebagai kawah Candradimuka bagi para perwira TNI. Kami ditempa dengan semangat kebersamaan, dedikasi, dan kesetiaan mutlak kepada bangsa dan negara," katanya.
"Hari ini saya mengikuti pembekalan Kabinet Merah Putih sekaligus mendapatkan kehormatan dari Presiden Prabowo untuk dapat berbagi pengalaman Indonesia dalam menghadapi tantangan global dan domestik selama 10 tahun masa bakti saya di pemerintahan sebelumnya. Berbagai tantangan seperti pandemi, konflik geopolitik, dan krisis pangan, mengajarkan pentingnya tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berbasis data," lanjutnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan