Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Luhut Soal Retreat di Akmil Magelang: Seperti Kembali ke Rumah Kedua
beritabali.com/cnnindonesia.com/Luhut Soal Retreat di Akmil Magelang: Seperti Kembali ke Rumah Kedua
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku serasa kembali ke masa lalu ketika mengikuti retreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil), Magelang.
Luhut menimba ilmu sebagai prajurit TNI di Akmil Magelang pada 1970. Ia pun yakin Presiden Prabowo Subianto yang masuk Akmil pada 1974 merasakan hal serupa.
"Rasanya seperti kembali ke rumah kedua jika berada di Akademi Militer Magelang. Saya yakin perasaan yang sama juga menyelimuti Presiden @prabowo dan juga para eks perwira yang pernah menimba ilmu di Lembah Tidar," kata Luhut di Instagramnya, Sabtu (26/10).
Menurutnya, banyak suka dan duka yang terjadi di Akmil ketika menjalani latihan kepemimpinan. Sebagai seorang senior, ia menilai Prabowo dulu sebagai orang yang taktis dan tangkas.
"Karena kemampuan tersebut juga barangkali kami sering diduetkan dalam setiap penugasan, bedanya dulu saya adalah senior, sekarang Pak Prabowo menjadi pimpinan saya. Mystery of life sekali lagi terjadi di perjalanan hidup ini," ujarnya.
Luhut mengungkap banyaknya kenangan jadi salah satu alasan Prabowo menyelenggarakan retreat bersama para menteri dan wakil menteri di Akmil Magelang.
"Tempat ini memiliki nilai historis dan simbolis sebagai kawah Candradimuka bagi para perwira TNI. Kami ditempa dengan semangat kebersamaan, dedikasi, dan kesetiaan mutlak kepada bangsa dan negara," katanya.
"Hari ini saya mengikuti pembekalan Kabinet Merah Putih sekaligus mendapatkan kehormatan dari Presiden Prabowo untuk dapat berbagi pengalaman Indonesia dalam menghadapi tantangan global dan domestik selama 10 tahun masa bakti saya di pemerintahan sebelumnya. Berbagai tantangan seperti pandemi, konflik geopolitik, dan krisis pangan, mengajarkan pentingnya tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berbasis data," lanjutnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3051 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2050 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1826 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun