Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Luka Gigitan Anjing Rabies Hanya Dioles Minyak Angin

Senin, 14 Desember 2009, 17:09 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

I Putu Sudiatmika (28) pasien suspect rabies yang
dirawat sejak Selasa (8/12) lalu di ruang flamboyant RSUD Tabanan akhirnya meninggal dunia, Senin (14/12).

Sebelum menemui ajalnya, perilaku Sudiatmika yang tinggal di Desa Pesagi, Kecamatan Penebel, seperti layaknya
pasien rabies lainnya.

Ia meronta kemudian mengamuk dan dari mulutnya mengeluarkan busa. Sesaat kemudian Sudiatmika menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Menurut penuturan adik korban Kadek Suastika (24), tabiat kakaknya sangat tertutup, tidak pernah cerita mengenai sakitnya.

Setelah kaki kirinnya digigit anjing dua bulan lalu di tempatnya bekerja sebagai buruh ternak ayam di Desa Pesagi, Kecamatan Penebel, korban tidak pernah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR).

Luka akibat gigitan anjing tersebut hanya diobati di mantri setempat. Karena di tempat berobat itu tidak ada VAR, maka korban kemudian pulang.

Sampai di rumah lukanya hanya diolesi minyak angin dengan harapan cepat kering dan sembuh.

Korban mulai mengeluh sakit sejak hari Minggu (6/12) tapi ketika diajak ke rumah sakit korban menolak.

Dua hari kemudian, korban sudah tidak mampu menahan
sakitnya. Korban tidak bisa menelan makanan dan minuman


Akhirnya korban dirujuk ke RSUD Tabanan dan dirawat di ruang flamboyan khusus untuk pasien suspect rabies.

Wakil direktur RSUD Tabanan Dr Agus Bintang Suryadi mengatakan, korban masuk ke rumah sakit sejak enam hari lalu tanggal 8 Desember.

Karena ciri-ciri korban sebelum masuk mengarah suspect rabies korban kemudian dirawat di ruang flamboyan yang diperuntukkan bagi pasien suspect rabies.

Pihaknya kemudian mengecek cairan air liur (saliva) korban ke laboratorium tanggal 11 Desember 2009 lalu. Hasil cek laboratorium korban positif rabies, pungkas Bintang.

Jenazah korban sudah dibawa keluarganya ke rumah asalnya di Desa Banyusri, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami