Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 7 September 2026
Lukisan Kopi Rudy Sri Handoko
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam berkarya, seorang seniman lukis pada umumnya menggunakan bahan cat minyak, cat air, ataupun tinta. Namun di Denpasar Bali, seorang seniman lukis mengganti semua bahan tersebut dengan cat atau pewarna dari bubuk kopi. Bagaimana hasil lukisan dari kopi ini?
Di rumah sekaligus bengkel kerjanya di daerah Padangsambian Denpasar, Rudy Sri Handoko mengerjakan lukisannya yang dibuat dari bahan bubuk kopi yang sudah dicampur akrilik.
Melukis dengan kopi menurut Rudy mempunyai tingkat kesulitan dan kerumitan tersendiri dibanding melukis dengan cat minyak atau bahan cat lainnya.
“Untuk mendapatkan gradasi warna berbeda sesuai yang diharapkan, saya harus menggunakan beberapa jenis bubuk kopi berbeda. Cairan kopi juga harus dipoleskan ke atas kanvas hingga berulang kali,†kata Rudy Sri Handoko.
Seni lukis dengan kopi atau Coffee Art ini mulai ditekuni Rudy sejak tahun 2004 silam, atas saran temannya yang seorang pemilik kedai kopi. Saran ini kemudian diikuti dan ditekuni hingga kini, mengingat melukis dengan kopi di atas kanvas masih terbilang langka di dunia.
Hingga kini Rudy yang belajar lukis secara otodidak sejak kecil ini, sudah menghasilkan puluhan karya lukis kopi beraliran ekspresif naturalis yang sebagian besar bertema kritik sosial. Meski tidak begitu suka minum kopi, Rudy menyatakan akan terus menekuni seni lukis kopi ini. (ags)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3204 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 689 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 656 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman