Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Lumba-Lumba 5 Meter Terdampar di Pantai Gilimanuk, Warga Sigap Selamatkan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seekor ikan lumba-lumba berukuran sekitar 5 meter terdampar di pesisir Pantai Lingkungan Asih Barat, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, pada Minggu (24/8/2025) siang.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan lumba-lumba itu pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Poniran (50), warga Lingkungan Asih, Gilimanuk.
“Awalnya saksi melihat dari jauh ada seekor lumba-lumba yang terus bergerak ke arah pantai dalam kondisi lemah. Melihat itu, saksi bersama warga dan nelayan lain segera berinisiatif memberikan pertolongan,” jelasnya.
Upaya penyelamatan dilakukan dengan cara mendorong lumba-lumba tersebut kembali ke laut. Karena ukurannya cukup besar, warga sempat mengikatkan tali untuk membantu menariknya ke tengah laut. Proses evakuasi itu berlangsung hingga tiga kali percobaan, sebelum akhirnya mamalia laut tersebut berhasil berenang kembali ke perairan lepas.
“Berkat kesigapan warga, lumba-lumba berhasil selamat dan kembali ke laut,” tambah Ida Bagus Tony.
Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang turut menjaga kelestarian satwa laut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2970 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2054 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2029 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1813 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun