Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 25 Agustus 2026
Makna Tumpek Landep Menurut Lontar Sundarigama
BERITABALI.COM, BADUNG.
Umat Hindu di Bali kembali merayakan Hari Suci Tumpek Landep, Sabtu (20/9/2025).
Perayaan yang jatuh setiap 210 hari sekali ini sering dipahami sebagai hari untuk mengupacarai benda-benda tajam atau kendaraan. Namun sejatinya, makna sesungguhnya adalah untuk menajamkan pikiran.
Berdasarkan lontar Sundarigama, Tumpek Landep merupakan hari Puja Wali Bhatara Siwa sekaligus hari Yoga Sang Hyang Pasupati. Esensi ini mempertegas makna filosofis bahwa Tumpek Landep berpusat pada penajaman batin dan pikiran.
Akademisi Hindu sekaligus Penyuluh Agama Hindu, I Kadek Satria, menekankan bahwa inti dari perayaan ini adalah melatih landeping idep atau ketajaman pikiran.
"Apapun yang kita pikirkan akan menjadi dasar dari apa yang kita katakan dan lakukan. Karena itu, perayaan ini berfokus pada pemuliaan pikiran", jelasnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa Tumpek Landep sejatinya merupakan bentuk peperangan spiritual melawan kebodohan (avidya) dan musuh-musuh dalam diri yang dikenal dengan istilah Sad Ripu. Upacara seperti sesayut Jayeng Perang, Kusuma Yudha, dan Pasupati adalah simbol permohonan agar manusia dianugerahi kekuatan dan kebijaksanaan untuk memenangkan "peperangan" tersebut.
"Kesalahan besar jika kita mengartikan hari ini sebagai perayaan untuk benda material. Sesungguhnya, upacara yang dilakukan di Sanggah (tempat ibadah) adalah untuk memohon anugerah ketajaman pikiran kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa," bebernya.
Perayaan Tumpek Landep pun menjadi momentum spiritual bagi umat Hindu di Bali untuk kembali pada esensi utama: bahwa ketajaman pikiran adalah kunci dalam mencapai pencerahan sekaligus mengarungi kehidupan yang penuh tantangan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4660 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2464 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2106 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1717 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1147 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun