Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Jegog Suar Agung Bawa Musik Jembrana ke Jakarta
BERITABALI.COM, JAKARTA.
Jegog Suar Agung kembali membawa musik bambu khas Jembrana, Bali, ke panggung pertemuan musik internasional. Setelah tampil di Jepang pada awal 2026, kelompok kesenian tersebut ambil bagian dalam Jakarta Beat Society (JBS) 2026 di M Bloc Space, Jakarta, Sabtu (22/8).
Jakarta Beat Society berlangsung selama dua hari, 22-23 Agustus 2026. Perhelatan tersebut mempertemukan musisi, seniman, serta jejaring musik dari berbagai negara.
Sejumlah perwakilan dari Amerika Serikat, Inggris, Italia, Prancis, Swedia, Jepang, Korea Selatan hingga Australia turut hadir dalam penyelenggaraan JBS 2026.
Di tengah pertemuan lintas negara itu, Jegog Suar Agung tampil sebagai salah satu representasi Indonesia. Kesenian yang tumbuh dari tradisi masyarakat Jembrana tersebut membawa karakter musik bambu Bali ke ruang pertemuan musik internasional.
Kehadiran Jegog Suar Agung tidak hanya menjadi agenda pertunjukan. Keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertemukan seni tradisi Bali dengan perkembangan musik global.
Regenerasi Jadi Kunci Pelestarian Jegog
Ketua Yayasan Suar Agung, Ikko Suar Agung Dewi, mengatakan keberlangsungan Jegog tidak cukup hanya dengan mempertahankan warisan yang telah ada. Regenerasi dan keberanian membawa Jegog ke ruang yang lebih luas menjadi bagian penting dalam menjaga kesenian tersebut tetap hidup.
“Melestarikan Jegog bukan hanya menjaga apa yang diwariskan, tetapi memastikan Jegog terus dimainkan, berkembang, dan tetap memiliki tempat dalam perkembangan musik dan budaya saat ini,” ujar Ikko.
Menurut Ikko, keterlibatan Jegog Suar Agung dalam Jakarta Beat Society 2026 menunjukkan bahwa kesenian tradisional yang memiliki akar kuat pada identitas daerah tetap dapat berkembang dan berinteraksi dengan ekosistem musik internasional.
"Jegog Suar Agung membawa bukan hanya musik, tetapi juga identitas budaya Jembrana dan Bali ke tengah pertemuan seniman serta pelaku musik dari berbagai negara," ungkapnya lagi.
Ia menegaskan, perjalanan Jegog tidak berhenti pada satu panggung. Kesenian tersebut diharapkan terus dimainkan, berkembang, dan mendapat ruang dalam berbagai pertemuan musik di tingkat dunia.
Baca juga:
Jegog Jembrana Siap Meriahkan Presidensi G20
Kiprah internasional Jegog Suar Agung juga berjalan beriringan dengan proses regenerasi di lingkungan Suar Agung. Gede Oka Artha Negara, Ketua Jegog Suar Agung, menjadi bagian dari generasi penerus yang terus mengembangkan perjalanan kesenian Jegog.
Sementara itu, Ikko Suar Agung Dewi sebagai generasi ketiga penerus keluarga Suar Agung mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan Yayasan Suar Agung serta memastikan kesenian Jegog tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah perkembangan musik dan budaya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5698 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2536 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2192 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan