Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 25 Agustus 2026
Rahasia Steak Khas Manhattan yang Dibawa ke Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sajian steak dengan teknik pengolahan khas Manhattan kini hadir di Petitenget, Bali. Wolfgang’s Steakhouse membawa proses pengolahan USDA Prime Beef melalui teknik dry-aging selama 28 hari sebelum daging dimasak dengan suhu ekstrem untuk menghasilkan karakter steak yang menjadi ciri khas restoran tersebut.
Restoran yang lahir di Park Avenue, Manhattan, itu resmi membuka gerai ketiganya di Indonesia di kawasan Parc Valle Petitenget. Sebelumnya, Wolfgang’s Steakhouse telah memiliki gerai di ÉLYSÉE SCBD Jakarta dan Wolfgang’s Teppan di Keraton at The Plaza Jakarta.
Salah satu hal yang membedakan steak tersebut terletak pada proses persiapan bahan bakunya. USDA Prime Beef melalui proses dry-aging di ruang khusus dengan pengaturan suhu dan kelembapan secara ketat selama 28 hari. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk cita rasa dan tekstur daging sebelum masuk ke tahap pemasakan.
Salah satu menu yang menjadi representasi teknik tersebut adalah Porterhouse. Potongan ini berasal dari bagian short loin dan memiliki dua karakter daging yang berbeda dalam satu potongan.
Seperti yang dijelaskan oleh Chef Amiro Cruz, bahwa Porterhouse berasal dari bagian short loin dan terdiri dari dua bagian daging yang dipisahkan oleh tulang berbentuk T , yaitu Tenderloin atau Filet Mignon yang dikenal sangat lembut serta New York Strip atau Sirloin dengan karakter rasa beefy yang lebih kuat.
Porterhouse kemudian dimasak dalam kondisi bone-in sebagai potongan utuh berukuran besar. "Setelah proses pemasakan, daging diiris sebelum disajikan di atas sizzling platter yang sangat panas dengan tulang tetap menjadi bagian dari penyajiannya," ungkapnya saat pembukaan restoran, Jumat (21/06/2026) di Petitenget, Badung.
Tahap pemanggangan dilakukan menggunakan broiler dengan suhu mencapai 800 derajat Celsius. Suhu tinggi tersebut digunakan untuk membentuk lapisan kerak atau crust yang terkaramelisasi di bagian luar daging, sementara bagian dalamnya tetap mempertahankan tekstur lembut dan jus daging.
Perpaduan proses dry-aging dan pemanggangan bersuhu tinggi menghasilkan karakter rasa yang gurih, nutty, serta kompleks. Teknik tersebut menjadi bagian dari pendekatan Wolfgang’s Steakhouse dalam mempertahankan karakter steak bergaya New York.
Teknik Dry-Aging Jadi Bagian Penting
Teknik dry-aging bukan sekadar tahap penyimpanan daging. Proses tersebut dilakukan dengan mengontrol kondisi ruang secara ketat sehingga bahan baku dapat berkembang dari sisi tekstur dan karakter rasa sebelum diolah menjadi steak.
Konsep inilah yang turut diperkenalkan Wolfgang’s Steakhouse ketika membuka gerai di Bali. Lydia D’ Amato, Co-Founder Wolfgang’s Steakhouse, mengatakan dry-aging menjadi salah satu keunggulan yang ingin diperkenalkan kepada masyarakat Bali dan wisatawan.
"Bali adalah magnet gaya hidup global yang mempertemukan berbagai budaya dan memiliki lanskap kuliner yang terus berkembang. Melalui kehadiran Wolfgang’s Steakhouse di Bali, kami berkomitmen untuk memperkenalkan salah satu konsep penting Wolfgang’s, yaitu dry-aging, sekaligus menghadirkan pengalaman menikmati steak dengan kualitas dan karakter yang menjadi ciri khas kami," kata Lydia.
Wolfgang’s Steakhouse didirikan Wolfgang Zwiener dan berkembang dari tradisi steakhouse di Manhattan. Saat ini, restoran tersebut telah memiliki lebih dari 40 gerai di berbagai kota di Amerika Serikat dan sejumlah negara Asia, termasuk Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Filipina, Singapura, Thailand, Hong Kong, dan Indonesia.
Kehadiran di Bali memperluas perjalanan restoran tersebut di Indonesia sekaligus memperkenalkan teknik pengolahan steak khas New York kepada pasar di Pulau Dewata.
Peter Zwiener, Co-Founder Wolfgang’s Steakhouse, mengatakan pembukaan gerai di Bali menjadi bagian dari ekspansi sekaligus upaya mempertahankan tradisi dan teknik yang dibawa dari New York.
"Pembukaan Wolfgang’s Steakhouse Bali adalah milestone penting bagi kami untuk menghadirkan keaslian tradisi, kepresisian teknik, dan keramahan khas New York Steakhouse di salah satu destinasi wisata terbaik dunia. Bali merupakan bagian penting dari langkah ekspansi kami, dan kami melihat kehadiran Wolfgang’s Steakhouse di sini sebagai kesempatan untuk membawa pengalaman steakhouse khas New York kepada masyarakat lokal maupun wisatawan dari berbagai belahan dunia," jelas Peter yang merupakan putra dari pencetus Wolfgang Steakhouse, Wolfgang Zwiener.
Tradisi Manhattan di Petitenget
Wolfgang’s Steakhouse Bali berada di Parc Valle Petitenget, kawasan yang dikelilingi vila privat, resor, dan berbagai fasilitas gaya hidup di Jalan Petitenget.
Interior restoran mengadopsi atmosfer klasik Manhattan melalui penggunaan panel kayu mahoni, ubin bernuansa artikular, serta pencahayaan temaram. Konsep tersebut dipadukan dengan layanan yang dirancang personal serta program craft cocktail.
Baca juga:
Steak Hiu Saos Lada Hitam
Rudy Salim, Shareholder Partner Wolfgang’s Steakhouse & Wolfgang Teppan Indonesia, melihat Bali memiliki perkembangan kuliner yang membuat teknik dan tradisi steakhouse Manhattan mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas.
"Bali telah bertransformasi menjadi pusat gaya hidup yang sangat dinamis, tempat berkumpulnya para wisatawan mancanegara dan pencinta kuliner yang mencari kualitas terbaik. Kemitraan ini adalah bentuk keyakinan kami bahwa kombinasi antara reputasi global Wolfgang’s Steakhouse dan daya tarik lokasi Petitenget akan menjadikan restoran ini sebagai destinasi wajib baru bagi siapa pun yang berkunjung ke Bali," ujar Rudy Salim.
Sebagai CEO Prestige Corp, Rudy juga menyebut investasi tersebut bagian dari upaya menghadirkan brand dan pengalaman hospitality internasional ke Indonesia.
"Bagi kami, Wolfgang’s Steakhouse bukan sekadar restoran, tetapi sebuah destinasi yang memadukan kualitas, heritage, dan hospitality berkelas dunia. Kami ingin menghadirkan sebuah oase elegan di Petitenget, tempat para tamu dapat menikmati pengalaman kuliner terbaik, merayakan momen penting, dan merasakan hospitality yang hangat. Kami percaya perpaduan antara tradisi legendaris Wolfgang’s Steakhouse dan visi Prestige Corp akan membawa standar baru bagi fine dining dan lifestyle di Bali," tambah Rudy Salim.
Wolfgang’s Steakhouse Bali resmi dibuka pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kehadirannya membawa pendekatan steakhouse New York yang bertumpu pada pemilihan bahan baku, proses dry-aging, teknik pemanggangan bersuhu tinggi, hingga penyajian Porterhouse secara utuh sebelum diiris dan disajikan di atas sizzling platter.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4654 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2457 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2101 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1711 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1142 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun