Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 21 Oktober 2026
Festival Semarak Jembrana Ditutup Parade Budaya Nusantara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Festival Semarak Jembrana 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama sepuluh hari dengan menghadirkan rangkaian kegiatan seni, budaya, ekonomi kreatif, UMKM hingga hiburan di sejumlah lokasi di Kabupaten Jembrana.
Pelaksanaan festival tahun ini berlangsung di tengah efisiensi anggaran dan keterbatasan kondisi keuangan daerah. Meski demikian, berbagai agenda tetap terlaksana dengan melibatkan seniman, pelaku UMKM, komunitas, serta dukungan dari berbagai pihak.
Rangkaian festival ditutup melalui Parade Budaya Nusantara bertema Taman Sari Bhinneka Tunggal Ika yang digelar di sepanjang Jalan Ngurah Rai, Kota Negara, Minggu (23/8/2026).
Parade tersebut melibatkan ribuan seniman lokal. Beragam atraksi seni dan budaya ditampilkan untuk menggambarkan kekayaan tradisi sekaligus keberagaman masyarakat Jembrana.
Selain menjadi penutup festival, parade tersebut menjadi ruang bagi seniman lokal untuk menunjukkan kreativitas serta memperkenalkan kekayaan budaya Jembrana kepada masyarakat.
Sebelum parade penutup, berbagai kegiatan Festival Semarak Jembrana 2026 digelar di tiga kawasan utama, yakni Area Parkir Pemkab Jembrana, Pura Jagatnatha dan Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno.
Area Parkir Pemkab Jembrana dimanfaatkan sebagai ruang bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM. Berbagai stan UMKM, produk kerajinan lokal, pameran ekonomi kreatif hingga bursa kerja hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Sementara Pura Jagatnatha menjadi lokasi pementasan sejumlah kesenian tradisional. Gong Kebyar, Baleganjur dan Drama Gong menjadi bagian dari pertunjukan yang disajikan selama festival.
Adapun Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno menjadi panggung bagi berbagai bentuk kesenian. Pertunjukan kontemporer, musik, Jegog, Joged Bumbung hingga Wayang Kulit turut mengisi rangkaian Festival Semarak Jembrana 2026.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan keberlangsungan festival tidak lepas dari keterlibatan berbagai pihak. Keterbatasan anggaran membuat pelaksanaan kegiatan lebih banyak mengedepankan semangat gotong royong.
“Di tengah situasi sulit saat ini, kunci utamanya adalah gotong royong. Panitia, seniman, swasta, BUMN, BUMD dan komunitas turut mendukung,” katanya.
Menurut Kembang, penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya tetap dibutuhkan untuk memberikan ruang kepada seniman dan pelaku UMKM untuk berkarya sekaligus menjalankan aktivitas ekonomi.
Namun, pelaksanaan berbagai kegiatan tetap harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah sehingga program yang digelar dapat berjalan secara efektif di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Festival Semarak Jembrana 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kota Negara, Hari Jadi Provinsi Bali dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4505 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2126 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2081 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1658 Kali
NCC 4 Jadi Ruang Kolaborasi dan Apresiasi Karya Generasi Muda
Dibaca: 1599 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan