Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Mantan Pecandu dan ODHA Demo Kanwil Dephumkam
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam rangka memperingati hari hak azasi manusia sedunia, puluhan mantan pecandu narkoba dan odha (orang dengan HIV/AIDS), hari ini menggelar aksi demo ke gedung Kantor Wilayah Dephumkam Bali.
Aksi demo memperingati hari hak azasi manusia ini diikuti puluhan mantan pecandu narkoba dan ODHA dari beberapa Kabupaten di Bali. Dalam aksinya mereka membawa berbagai poster dan spanduk terkait pelanggaran HAM di Indonesia.Di depan gedung Kanwil Depkumhan Renon, para pendemo menggelar aksi tutup mulut dengan menempelkan lakban warna hitam pada mulut merek
Aksi tutup mulut ini sebagai bentuk protes keras terhadap berbagai bentuk perlakuan diskriminasi yang masih terus dilakukan aparat hukum terhadap korban napza dan odha, jelas Koordinator aksi Made Adi Mantara.
Di akhir aksi, perwakilan pendemo membacakan beberapa pernyataan sikap seperti meminta pemerintah untuk mengkaji ulang penerapan undang-undang narkotika dan psikotropika khususnya mengenai dampak buruk yang diakibatkan di tengah masyarakat.
Selain itu mereka juga menuntut penghapusan kriminalisasi dan penetapan korban napza (narkoba, psikotropika, zat adiktif) sebagai korban dan bukan sebagai tersangka dalam undang- undang pengendalian napza yang sedang direvisi.
Pernyataan sikap pendemo lalu diserahkan kepada Nyoman Putra, Kepala Divisi Imigrasi, Kanwil Dephumkam Bali.
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3343 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 860 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan