Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Masa Efektif Hanya 8 Bulan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kebijakan Pemkab Jembrana untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui JKJ Paripurna disorot berbagai kalangan. Pasalnya, lamanya tenggang waktu untuk menggunakan JKJ Paripurna telah mengurangi masa efektif penggunaan kartu itu sendiri.
Salah seorang anggota DPRD Jembrana dari Fraksi Nasional, Demokrat Bangsa, Iskandar Alfan, yang dikonfirmasi Minggu (9/9) menjelaskan JKJ Paripurna baru dapat digunakan setelah empat bulan sejak masyarakat mendaftarkan dirinya sebagai peserta JKJ Paripurna.
" Empat bulan itu bukan waktu yang singkat. Ini akan mengurangi masa efektif kartu itu sendiri karena hanya berlaku delapan bulan. Kalau kondisinya seperti ini, kenapa tidak diinformasikan saja masa efektifnya hanya delapan bulan, bukan satu tahun, " tegasnya.
Pandangan beda ternyata dimiliki salah seorang politisi dari Fraksi PDI-P, Ketut Wirata Winaya. Ia berpendapat jika masa efektif kartu JKJ Paripurna bukanlah masalah yang perlu dibesar-besarkan.
Baginya yang terpenting adalah bagaimana mengusahakan peningkatan kesehatan masyarakat Jembrana." Program JKJ Paripurna ini tentu dibarengi konsekuensi yang besar, yakni dengan mengusahakan peningkatan PAD Jembrana. Ini penting agar program ini tidak kedodoran.
Terlepas dari segala maksud baiknya, saya harap program ini dievaluasi secara bertahap untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan, " pungkas Wirata.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2543 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2016 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1947 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun