Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Media Sosial Bisa Jadi Sarana Kampanye Alternatif
jakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Media sosial kini dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan, termasuk kebutuhan kampanye partai politik.
Menurut Ketua Forum Telematika Kawasan Timur Indonesia (KTI), Hidayat Nahwi Rasul, media sosial berpotensi menjadi media pendidikan dan sosialisasi politik.
"Kehadiran media sosial bisa jadi alternatif media kampanye politisi dan menjadi tempat interaksi antara pemilih dan politisi," ujar Hidayat kepada INILAH.COM, Sabtu (16/11/2013).
Hidayat mengatakan, dalam media sosial seperti Facebook, Twitter, Blog,dan lainnya, semua orang bebas berpendapat. Menurutnya itu bisa menjadi hal yang positif maupun negatif seseorang dibicarakan di media sosial tersebut.
Media sosial, kata dia, menjadi sebuah interaksi baru yang membuat ruang-ruang bagi masyarakat untuk saling berbagi, bercerita dan menyalurkan ide-idenya.
Jangkauan media sosial juga cukup luas dan cepat. Hal ini dimanfaatkan betul oleh politisi ataupun tim suksesnya untuk bersosialisasi. Hidayat mengatakan, satu-satunya yang menghalangi interkasi di media sosial adalah faktor jaringan atau sinyal.
Dalam analisa Hidayat, sebuah kebohongan tidak pernah berlangsung lama di media sosial. Alasannya, karakter pengguna media jenis ini adalah prosumen. Artinya, dia memroduksi informasi sekaligus sebagai konsumennya. Kecepatan input-output informasi yang cepat dan dari berbagai arah itu, menurutnya akan menuju pada kebaikan dan kebenaran. ‘’Ini kemudian akan melahirkan trust dalam berkomunikasi,’’ ujar alumni Komunikasi Unhas ini.
Berbeda dengan pengelolaan media mainstream, Hidayat menyebut, informasi yang beredar di media sosial pun tidak tergantung dengan selera redaktur. Dosen komunikasi ini menyebut, tidak bisa menutup mata dengan adanya kepentingan pemilik media terkait pemberitaan apalagi yang berhubungan dengan politik saat ini.
Menurutnya, masa depan media sosial makin luas dan massif. Kini, tinggal mengemas konten yang muncul di media sosial. Untuk meningkatkan kualitas demokrasi, maka konten adalah hal utama yang harus diperhatikan oleh media sosial. [bbn/inilah]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5743 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4589 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2548 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2195 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan