Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Mendagri Ukraina dan 15 Orang Tewas Usai Helikopter Jatuh Dekat Kyiv
beritabali.com/cnnindonesia.com/Mendagri Ukraina dan 15 Orang Tewas Usai Helikopter Jatuh Dekat Kyiv
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Dalam Negeri Ukraina, Denys Monastyrsky, dan 15 orang lainnya tewas setelah satu helikopter jatuh di dekat Kyiv pada Rabu (18/1).
"Secara keseluruhan, 16 orang saat ini diketahui tewas," ujar kepala kepolisian nasional Ukraina, Igor Klymenko, seperti dikutip AFP.
Klymenko mengungkap bahwa korban tewas itu termasuk Monastyrsky dan sejumlah pejabat tinggi Kementerian Dalam Negeri Ukraina. Kepala pemerintahan kawasan Kyiv, Oleksiy Kuleba, mengatakan bahwa helikopter itu jatuh di dekat satu taman kanak-kanak dan bangunan tempat tinggal di Brovary, Kyiv.
"Saat tragedi terjadi, anak-anak dan karyawan berada di dalam taman kanak-kanak itu. Ada korban," ucap Kuleba.
Hingga saat ini, belum diketahui penyebab helikopter itu jatuh. Brovary sendiri terletak sekitar 20 kilometer di utara Kyiv.
Kota itu sempat menjadi medan pertempuran sengit ketika pasukan Rusia mencoba merebut kendali di daerah tersebut di awal invasi tahun lalu.
Namun, upaya itu gagal. Pasukan Rusia pun angkat kaki dari Brovary pada awal April tahun lalu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4501 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2309 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1926 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1585 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun