Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Menengok Perajin Bata di Desa Tegal Badeng Barat
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Bata, itulah yang membuat Desa Tegal Badeng Barat terkenal di Bali. Tak heran desa ini dikenal sebagai desa penghasil bata, pasalnya sebagian besar warga di desa ini bermata pencaharian sebagai perajin bata. Tanah di desa ini pun banyak yang bopeng lantaran ditambang terus menerus, untuk dijadikan bahan baku pembuatan bata. Saat berproduksi, sedikitnya perajin bata di desa ini menambang tanah sedalam 0.5 meter pada sebidang tanah berukuran 1 meter persegi. Made Astini (44), salah seorang perajin bata mengatakan, dalam sehari sedikitnya ia bisa memproduksi 500 bata. Untuk memudahkan pencetakan, ia mencapur tanah liat dengan sabut kelapa.
Lebih lanjut Astini mengatakan, untuk menyelesaikan serangkaian pembuatan bata, diperlukan waktu sedikitnya seminggu mulai dari penambangan sampai pembakaran usai. Untuk mendapatkan bata berkualitas baik, saat pembakaran, bata dibakar dengan kayu kelapa. Selain apinya kuat, bara dari kayu kelapa mampu bertahan lama. Sekali membakar, setidaknya Astini membakar 10.000 bata sekaligus "Sekali membakar sedikitnya saya bakar 10.000. Kalau kurang dari 10.000 saya bisa rugi. Kalau pesanannya kurang dari 10.000, ya saya buat sebanyak itu aja, hitung-hitung untuk cadangan," ujarnya.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5717 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2543 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2193 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2184 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan