Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Mengenal Kelainan Darah di Hari Hemofilia Sedunia
Hari Hemofilia Sedunia
BERITABALI.COM, DUNIA.
World Hemophilia Day atau Hari Hemofilia Sedunia dirayakan tepat hari ini, 17 April setiap tahunnya. Hari ini dirayakan agar masyarakat semakin peduli dengan penyakit satu ini.
Tahun ini, World Hemophilia Day mengangkat tema 'Akses Adil untuk Semua: Mengenali Semua Gangguan Pendarahan'.
Melansir Haemophilia Foundation Australia, tema tersebut diambil agar bisa mewujudkan dunia di mana semua orang dengan kelainan perdarahan bawaan memiliki akses yang sama.
Semua pasien berhak mendapat akses terhadap perawatan yang sama, terlepas dari jenis kelainan perdarahan, jenis kelamin, usia, atau bahkan tempat tinggal mereka.
Presiden The World Federation Haemophilia (WFH) Cesar Garrido mengatakan, kelainan pendarahan tidak terbatas hanya hemofilia saja. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia mulai melihat bahwa kelainan perdarahan memiliki arti yang jauh lebih besar, mulai dari hemofilia A dan B hingga penyakit von Willebrand (WWD).
Siapa saja bisa mengalami kelainan perdarahan. Orang terdekat, yakni orang tua dan keluarga, harus memberikan dukungan untuk mereka.
"Singkatnya berarti semua komunitas-komunitas [kelainan perdarahan] patut mendapat pengakuan, dan membutuhkan dukungan kita," katanya.
Para pasien juga berhak mendapat akses yang sama dalam hal pengobatan, sesuai dengan tema yang digaungkan di tahun ini. Pasien harus bisa mendapatkan perawatan medis yang bisa membantu mereka menjalani kehidupan seutuhnya.
Mengutip laman Mayo Clinic, hemofilia adalah kelainan langka di mana darah tak bisa membeku. Kondisi ini terjadi karena kurangnya kadar protein yang menjadi faktor pembekuan darah.
Kondisi ini membuat seorang pengidap hemofilia akan mengalami perdarahan yang lebih lama saat mengalami cedera.
Namun tak cuma saat cedera, perdarahan juga bisa terjadi secara internal yang bisa merusak organ dan jaringan serta mengancam jiwa. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 540 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 396 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 395 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan