Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 30 Oktober 2026
Menpar : Pemda Harus Go Digital Jika Ingin Pariwisatanya Maju
Senin, 19 September 2016,
07:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Kementerian Pariwisata berharap semua daerah terutama yang menempatkan pariwisata sebagai portofolio bisnisnya ikut bergerak mengaplikasikan Go Digital.
"Jika tidak ikut Go Digital, saya jamin destinasi wisata yang dimiliki daerah itu tidak akan maju! Karena itu no return point, harus familiar dengan digital!" kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata Rakornas Kemenpar III di Ecopark Ancol, Jakarta, 15-16 September 2016.
Pertama, daerah harus punya official website sebagai own media, dan sekaligus sumber informasi destinasi Pariwisata daerahnya. Web daerah itu pun harus di desain lebih tourism, jika diklik maka landing page-nya harus tampil cantik dengan berbagai keunggulan pariwisatanya. Web itu pula yang terus di up date, dengan video, foto atau gambar dan text atau real news up date-nya.
"Makin bagus websitenya, makin banyak orang betah mampir, makin banyak yang bisa dipromosikan," kata Arief Yahya.
Kedua, harus sudah berani menampilkan calendar of event, atau daftar kegiatan yang bernuansa pariwisata selama satu tahun. Events itu harus sudah pasti, tanggal dan bulannya, serta deskripsi rencana kegiatan tersebut. Event akan menjadi salah satu atraksi yang memungkinkan para industri pariwisata membuat paket wisata jauh-jauh hari sebelumnya.
Jika daerah ingin maju, lanjut Menpar, silakan membuat website yang komplit, terus di update, membuat event nasional dan internasional yang memiliki cultural value dan sekaligus commercial value. Industri seperti tour operator dan tour agency itu sudah secara otomatis akan mencari akal dan membuat kreasi menciptakan paket-paket yang bersaing.
Memang, banyak peserta Rakornas Kemenpar III ini yang terbengong-bengong oleh model pasar digital seperti ini. Termasuk Menpar Arief Yahya pernah dikritik oleh anggota ASITA, asosiasi tour and travel yang menjadi mitra usahanya tentang berkembangkan OTA -online travel-- itu.
"Saya beri contoh Wartel atau Warung Telekomunikasi, yang dulu saya bangun dengan 124.000 biji di seluruh Indonesia. Hadirnya teknologi GSM dan HP, maka Wartel itu secara perlahan hilang dari peredaran. Sudah pasti, akan lenyap karena ada teknologi baru yang memungkinkan komunikasi lebih mudah dan murah," kata Arief Yahya.
Sama halnya dengan online transportation, dengan hadirnya Gojek, Uber dan Grab, yang pernah heboh itu. Kemenhub sempat melarang, meskipun surat larangan itu tidak sampai 24 jam sudah dicabut kembali.
"Aplikasi digital itu tidak bisa dilawan dengan peraturan saja, karena akan terus berkembang dan mencari bentuk paling ideal," ujar Arief Yahya.
Sama halnya dengan Online Shopping, yang juga pesat bertumbuh di tanah air sekalang. Ada Matahari Mall, Bukalapak.Com, Blibli.Com, Alibaba.Com, dan lainnya. Apakah itu mempengaruhi antusiasme orang belanja di mal? Mungkin benar, karena harga pasti lebih murah, lebih mudah mencari, lebih variatif dan lebih praktis.
Itulah mengapa ada istilah More Digital More Personal, karena marketing sudah langsung masuk ke smartphone ke customers dan komunikasi data ke pelanggannya sudah detail sampai ke personal.
Ada istilah More Digital More Global, dengan digital itu semua informasi bisa diupload, dipromosikan secara global, dan semua orang yang memiliki aplikasi yang sama bisa langsung connect.
Satu lagi, More Digital More Professional, karena semakin tepat sasaran dalam mempromosikan via digital. Sesuai dengan profile market yang disasar, karena aplikasi sudah bisa memilah kesukaan dan kebiasaan orang. Apa yang setiap hari dibuka, berapa lama, tertarik di bidang apa? Dengan begitu, promosi akan semakin efektif sampai ke calon customers. [bbn/rls/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5998 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4679 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2658 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2319 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026