Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Menyerang Polisi, Ngurah di-Dor!
Petang
BERITABALI.COM, BADUNG.
Gara gara menyerang polisi, I Gusti Ngurah (40) tinggal di Banjar Bukian Plaga Petang, Badung, terpaksa dilumpuhkan dengan dua butir timah panas. Penembakan terjadi, Senin (20/10) di kuburan Kerta Petang, Badung, saat pelaku yang dicurigai pencuri ini, berusaha kabur dari pengejaran.
Sipenembak jitu itu adalah anggota Polsek Petang, Badung, yakni Aiptu Pulung WB. Namun, tembakan Aiptu Pulung sesuai prosedur. Dia lebih dulu melepaskan tembakan peringatan ke udara, guna menghentikan penyerangan yang dilakukan oleh I Gusti Ngurah.
Awal kejadian ini tak luput dari kecurigaan warga terhadap pelaku. Senin (20/10) sekitar pukul 00.15 dinihari, warga Banjar Sandakan Desa Culengan, Petang, Badung, melihat seorang pemuda menuntun sepeda motor Alfa DK 4916 GE.
Warga yang curiga menanyakan kenapa sepeda motor dituntun. Namun, oleh pelaku dijawab, karena kehabisan bensin. Kecurigaan warga tertuju pada pada tas yang dibawa oleh pelaku. Namun lantaran pelaku terus menuntun sepeda motor hingga jauh, warga hanya bisa memandang.
“Tak jauh dari warga, pelaku menghidupkan sepeda motor dan kabur. Warga semakin curiga kerena pelaku kabur, awalnya pelaku mengatakan kehabisan bensin, papar Pahumas Polres Badung, Kompol IGN Sasih, Senin (20/10).
Secepat kilat, warga menghubungi mako (markas komando) Polsek Petang, melalui telpon dan mengatakan bahwa ada orang yang dicurigai akan lewat dari depan Polsek Petang.
Menerima masukan dari warga, jajaran Polsek Petang, langsung bergerak. Menghadang pelaku, yang kebetulan melintas di depan mako Polsek Petang. Namun, ketika disuruh berhenti, tersangka I Gusti Ngurah marah dan melawan.
Sepotong kayu besar yang berserakan dilokasi dipungut pelaku. Kayu tersebut digunakan untuk menyerang polisi. Apa lacur, warga yang ikut mengejar, juga dipukul dengan kayu. Beruntung dalam kejadian, tidak ada yang terluka.
Sadar dikepung, pelaku kabur dengan sepeda motor menuju kawasan Pelaga. Salah seorang petugas Polsek Petang, yakni Aiptu Pulung WB, melakukan pengejaran.
Kejar-kejaran pun terjadi. Persis di depan kuburan Kerta Petang, Badung, Aiptu Pulung meminta pelaku untuk berhenti. Tetapi, pelaku yang tinggal di Banjar Bukian Plaga, tidak mau berhenti. Justru, pelaku kalap dan kembali menyerang Aiptu Pulung dengan kayu.
“Pelaku mencabut plang besi lalulintas yang ada di pinggir jalan. Plang besi itu mau dipakai untuk memukul polisi, jelas Kompol Sasih.
Sadar nyawanya terancam, Aiptu Pulung mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali. Toh demikian, pelaku tetap melawan. Apa lacur, Aiptu Pulung terpaksa melepaskan dua butir timah panas ke paha kanan pelaku.
Hebatnya, meski pahanya ditembak dan mengeluarkan darah, pelaku melarikan diri sejauh 1 kilometer dengan sepeda motornya. Tak ingin buruannya kabur, Aiptu Pulung pun ikut mengejar.
Tiba di Banjar Angan Taka Petang Badung, pelaku berhenti. Kebetulan, Kepala Desa Banjar Angan Taka yakni I Made Ordin datang dan mengakui bawah I Gusti Ngurah adalah warganya.
Pengakuan Kepala Desa I Made Ordin, tak sepenuhnya bisa meredakan amukan I Gusti Ngurah. Dia kembali mengamuk dan menantang warga setempat dan polisi untuk berkelahi.
Lamban laun, darah segar yang terus mengucur dari paha pelaku, tak bisa dihentikan. Akhirnya, pelaku jatuh lemas dan dibawa ke Polsek Petang.
Menurut Kompol Sasih, di tas pelaku, polisi menemukan dua ekor ayam aduan. Belum diketahui, siapa pemilik ayam aduan tersebut. Sementara sepeda motor Alfa yang dikendarainya, dikabarkan adalah milik pelaku.
“Ini masih kita selidiki darimana ayam aduan itu dan untuk apa dia keluar pagi dinihari. Dari informasi yang kita peroleh dari warga, I Gusti Ngurah mengalami gangguan jiwa, ungkapnya. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3049 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2048 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1824 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun