Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mesin Faspol Sulap Sampah Plastik Jadi Solar, Solusi Baru Limbah

Senin, 30 Maret 2026, 15:39 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Faspol/Mesin Faspol Sulap Sampah Plastik Jadi Solar, Solusi Baru Limbah.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Inovasi pengolahan sampah kembali menghadirkan solusi menarik di tengah persoalan limbah plastik yang kian mengkhawatirkan. Sebuah terobosan dari Bank Sampah Banjarnegara, Jawa Tengah, mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar setara solar.

Program ini digagas oleh Budi Trisno Aji melalui Bank Sampah Banjarnegara (BSB) yang berlokasi di Desa Kasilib, Wanadadi. Melalui teknologi fast pyrolysis atau Faspol, limbah plastik diolah menjadi bahan bakar diesel bernama “Petasol”.

Inovasi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi. Tercatat lebih dari 8.000 nasabah aktif bank sampah serta warga desa turut merasakan dampaknya, dengan tambahan pemasukan dari pengumpulan sampah plastik.

"Mengubah sampah plastik menjadi BBM alternatif setara solar (Petasol) menggunakan teknologi fast pyrolysis (Faspol)." jelas humas bank sampah banjarnegara, Akhemkorner.

Menurutnya, bank sampah tersebut mampu mengelola ribuan ton sampah plastik setiap tahun. Jenis plastik yang dapat diolah pun beragam, mulai dari tas kresek, bungkus mi instan hingga styrofoam yang umum ditemukan dalam limbah rumah tangga.

Sampah-sampah tersebut dikumpulkan dari masyarakat, kemudian dibeli oleh pihak bank sampah untuk diproses menggunakan mesin Faspol.

"Cara kerja mesinnya, plastik dimasukkan ke dalam reaktor yg dipanaskan (bukan di bakar) kemudian plastik akan mencair, menguap dan uapnya di dinginkan untuk di olah jadi BBM sejenis solar. Dari 50 kilogram sampah bisa menghasilkan sekitar 40 liter setara solar (Petasol)," jelasnya.

Dalam satu hari, fasilitas ini mampu memproduksi hingga 200 liter bahan bakar alternatif. Teknologi ini dinilai sebagai salah satu solusi potensial dalam mengurangi volume sampah plastik sekaligus menciptakan energi alternatif.

Akhem menambahkan, mesin Faspol memiliki kapasitas beragam, mulai dari skala kecil hingga besar, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah. "Mesin yang tersedia mulai dari kapasitas 50 kilogram hingga 5 ton per hari," tutupnya.

Dengan harga sekitar Rp 167 juta untuk kapasitas 50 kilogram per hari, teknologi ini dinilai dapat menjadi peluang bagi daerah-daerah di Indonesia, termasuk Bali, dalam mengatasi persoalan sampah plastik sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami