Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Mobil Bawa BBM Kecelakaan, Pasutri Tewas Terpanggang
BERITABALI.COM, NTB.
Pasutri bernama Abdurrahman M Saleh (45 tahun) yang berprofesi sebagai PNS di Dinas Perhubungan Dompu, Nusa Tenggara Barat, dan istrinya Jubaidah (43 tahun) tewas terpanggang akibat mobil bak terbuka yang dikemudikan mengalami kecelakaan, Jumat (30/9).
Kecelakaan terjadi di Jalan Lintas Kempo-Calabai. Kendaraan tersebut membawa BBM jenis solar dan gas LPG mengalami kecelakaan saat menanjak di Desa Songgajah, Kecamatan Kempo.
Baca juga:
Viral Pasutri Diduga Menipu Jemaah Umrah
"Kendaraan mengalami rem blong dan jatuh ke jurang sedalam 100 meter. Solar dan LPG di kendaraan meledak dan membakar korban,” kata Kapolsek Kempo, Iptu Zuharis.
Saat terjatuh di jurang, para korban tidak dapat menyelamatkan diri. Gas LPG dan solar membakar kendaraan tersebut berserta dua korban. Polisi mengatakan proses evakuasi sempat terhambat karena kondisi kendaraan yang terbakar.
"Lambatnya evakuasi korban karena mobil tersebut masih dalam keadaan terbakar yang mana muatan tabung gas dan BBM jenis solar dan bensin masih bersama korban di TKP,” ujarnya.
Pasutri tewas meninggalkan tiga anak perempuan dan satu anak laki-laki. Salah satu anak korban masih berusia dua tahun.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3050 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2050 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1825 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun