Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 23 Agustus 2026
Naura Ayu Minta Maaf Sempat Atas Kesalahan di Istana Merdeka
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penyanyi Naura Ayu berhasil ditunjuk menjadi salah satu pengisi acara di perayaan HUT Kemerdekaan RI yang diadakan di Istana Merdeka pada Rabu (18/8/2022). Dalam kesempatan ini, dia membawakan lagu Bendera dan Aku Indonesia.
Lewat postingan di Twitter, Naura Ayu mengaku bersyukur bisa tampil di momen penurunan bendera berjalan.
"Alhamdulillah akhirnya selesai nyanyi di istana," tulisnya.
Namun begitu, dia meminta maaf sempat ada kesalahan di awal lagu. Pasalnya, signal ear monitornya mendadak eror.
"Maaf ya temen-temen di bagian awal sempet ada kesalahan karena signal ear monitor ku hilang jadi aku nggak bisa denger minus one ku," tutur Naura Ayu.
"Jadi sempet kecepatan dan salah. Huhu. terima kasih banyak yang sudah nonton," sambunya lagi.
Untungnya Naura Ayu tetap banjir dukungan. Netizen justru memberikan pujiannya kepada remaja 17 tahun tersebut.
"If only my ear monitor nggak mati and everyone can understand the problem. Karena its all about tempo," ujar Naura Ayu.
Sebagai penutup, dia juga memberikan doanya di perayaan HUT Kemerdekaan RI kali ini.
"17 Agustus doa aku untuk Indonesia semoga semakin maju dan masyarakatnya bisa ikut maju juga," tandasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4628 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2432 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2083 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1684 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1124 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun