Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 22 Agustus 2026
Tanam Padi di Jatiluwih Jadi Daya Tarik Wisatawan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Aktivitas penanaman bibit padi oleh petani di areal subak Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali, dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan persawahan terasering tersebut.
Proses penanaman padi yang masih dilakukan secara tradisional tanpa menggunakan mesin memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Aktivitas petani saat menanam padi bahkan kerap menjadi objek foto wisatawan yang berkunjung ke Jatiluwih.
Manajer Operasional DTW Jatiluwih, I Ketut Purna, mengatakan proses pertanian tradisional menjadi salah satu daya tarik yang dapat disaksikan wisatawan secara langsung saat berada di kawasan Jatiluwih.
"Yang jelas saat saat ini memang saat penanaman itu memang dijadikan objek juga oleh wisatawan. Bagaimana, para petani disini diambil fotonya oleh wisatawan, wisatawan saat kita menanam padi di sawah. Itu kan poin, karena di negaranya kan semuanya pakai mesin semuanya ya, kalau kita ngomongin pertanian di Eropa atau di mana gitu misalnya.Tapi di sini kita masih menggunakan manual dikerjakan langsung oleh petani," ujarnya, Sabtu (22/8/2026) di DTW Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali.
Purna mengatakan penanaman bibit padi oleh anggota subak di Jatiluwih telah berlangsung sejak awal Juli dan dijadwalkan berakhir pada akhir Agustus 2026.
Beberapa tempek telah memulai proses penanaman pada akhir Juli, sementara sejumlah tempek lainnya memulainya pada awal Agustus. Penanaman tersebut dilakukan sesuai dengan aturan dan jadwal masing-masing tempek.
"Memang ada beberapa tempek itu sudah memulai di akhir Juli ini, tapi ada memang memulai di awal Agustus.Kita harap sih sesuai dengan aturan tempek masing-masing itu akhir Agustus ini kayaknya sudah semua dilakukan penanaman," sebutnya.
Selain mempertahankan proses pertanian tradisional, Manajemen DTW Jatiluwih juga memberikan bantuan bibit kepada anggota subak. Bantuan tersebut mencakup dua jenis varietas padi, yakni Cicih dan Sertani.
"Nah saat ini juga kita sebenarnya ada menanam dua jenis padi, satu yang namanya padi cicih di sana, itu padi Bali tapi agak pendarkan lagi dikit. Itu originalnya yang ada di sini itu memang sudah jauh- jauh hari dia harus menanam sebelumnya. Tapi yang kita pakai benih unggul juga yang kita berikan kepada petani saat ini adalah jenis bibit jenis Sertani," bebernya.
Dari dua jenis bibit yang ditanam, Purna menyebut bibit padi Sertani lebih diminati oleh petani di kawasan subak Jatiluwih.
Minat tersebut muncul setelah varietas Sertani sebelumnya diuji coba dan mendapat respons positif dari para petani. Penggunaan bibit unggul juga menjadi bagian dari dukungan terhadap produktivitas pertanian di kawasan Jatiluwih.
"Sementara kita juga dari tahun kemarin kita coba Sertani itu disenangi para petani dan memang ini usulan dari petani untuk dapat dicarikan bibit unggul itu," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4619 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2426 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2078 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1680 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1120 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun