Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
Negara Ini Bangkrut, Warganya Belanja Pakai Kripto
BERITABALI.COM, DUNIA.
Setelah dikenal dengan sistem perbankannya yang stabil dan ramah investasi, Lebanon malah jatuh bangkrut akibat hiperinflasi. Ini memaksa bank-bank melakukan pemotongan besar-besaran pada penarikan dolar.
Untuk memenuhi kebutuhan dalam sistem keuangan yang hancur lebur, beberapa warga Lebanon mulai menambang bitcoin atau menyimpan kekayaan menggunakan cryptocurrency atau mata uang kripto. CNBC International melaporkan banyak penduduk Lebanon yang menganggap cryptocurrency sebagai penyelamat untuk bertahan hidup saat ini.
Beberapa menambang token digital sebagai satu-satunya sumber pendapatan mereka saat mereka mencari pekerjaan. Yang lain mengatur pertemuan rahasia melalui Telegram untuk menukar tambatan stablecoin dengan dolar Amerika Serikat (AS) untuk membeli bahan makanan.
Meskipun bentuk adopsi kripto bervariasi tergantung pada orang dan keadaannya, hampir semua penduduk setempat di negara tersebut mendambakan koneksi ke uang yang dianggap masuk akal.
"Bitcoin benar-benar memberi kami harapan," kata Gebrael, artisek yang tinggal di kampung halaman di Beit Mery, desa sebelas mil sebelah timur Beirut.
Gebrael mengatakan telah kehilangan pekerjaannya dan perlu mencari cara lain untuk mendapatkan uang tunai dengan cepat. Pada musim semi 2020, kata Gebrael, bank-bank ditutup dan penduduk setempat dilarang menarik uang dari rekening mereka.
Dia mengatakan, menerima uang tunai melalui transfer kawat internasional juga bukan pilihan yang bagus, karena layanan ini akan mengambil dolar AS dari pengirim dan memberikan pound Lebanon kepada penerima dengan tarif yang jauh lebih rendah daripada nilai pasar.
"Saya akan kehilangan sekitar setengah dari nilainya," jelas Gebrael tentang pengalaman itu. "Itulah mengapa saya melihat bitcoin, itu adalah cara yang baik untuk mendapatkan uang dari luar negeri."
Ketika Gebrael membutuhkan uang tunai untuk membayar bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya, dia menggunakan layanan yang disebut FixedFloat untuk menukar beberapa bitcoin yang dia peroleh melalui pekerjaan lepasnya untuk tether, yang juga dikenal sebagai USDT, sebuah stablecoin yang dipatok ke dolar AS.
Setelah itu, dia pergi ke salah satu dari dua grup Telegram untuk mengatur perdagangan tether untuk dolar AS. Meskipun tether tidak menawarkan potensi apresiasi yang sama seperti cryptocurrency lainnya, tether menjadi mata uang yang masih dipercayai orang Lebanon.
Setiap minggu, Gebrael menemukan seseorang yang bersedia melakukan pertukaran, dan mereka mengatur pertemuan langsung. Karena sering berdagang dengan orang asing, Gebrael biasanya memilih ruang publik, seperti kedai kopi, atau lantai dasar bangunan tempat tinggal.
Pertukaran melalui grup Telegram yang digunakan Gebrael berkisar dari US$30 hingga perdagangan dalam ratusan ribu dolar.
Bank Dunia sendiri mengatakan krisis ekonomi dan keuangan Lebanon adalah salah satu yang terburuk yang pernah terjadi di mana pun di planet ini sejak tahun 1850-an. PBB memperkirakan bahwa 78 persen dari populasi Lebanon sekarang telah jatuh di bawah garis kemiskinan.
Sementara itu, analis Goldman Sachs memperkirakan kerugian di bank lokal sekitar US$65 miliar hingga US$70 miliar, empat kali lipat dari seluruh PDB negara itu. Fitch memproyeksikan inflasi meningkat menjadi 178 persen tahun ini atau lebih buruk daripada di Venezuela dan Zimbabwe.
Dana Moneter Internasional (IMF) juga sedang dalam pembicaraan dengan Lebanon. Pemberi pinjaman global itu sedang mempertimbangkan pinjaman US$3 miliar dengan banyak persyaratan yang menyertainya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2185 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2050 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1520 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1407 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli