Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Nekad Melaut Saat Angin Kencang
Pengambengan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seminggu belakangan ini, di Jembrana angin di laut bertiup cukup kencang. Sejumlah nelayan di Desa Pengambengan, Negara terpaksa mempertaruhkan nyawanya dengan melaut demi menyambung berbagai kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Dari informasi yang dihimpun, pada awal angin kencang berhembus, para nelayan tidak berani melaut lantaran khawatir dengan kemungkinan resiko yang akan menimpanya di lautan. Angin kencang sangat berpotensi menyebabkan gelombang tinggi yang berimbas bagi keselamatan nelayan di laut.
Selain itu, kencangnya hembusan angin juga mengakibatkan sulit mendapatkan ikan lantaran jarang sekali ikan berada di dekat permukaan air laut. Namun, seminggu berarti menguras dana cadangan nelayan sehingga kian lama kian menipis.
Terlebih lagi bagi nelayan yang tidak memiliki pekerjaan sampingan seperti bertani atau beternak. Kondisi terjepit ini mengakibatkan mereka tidak punya pilihan lain selain melaut dengan menantang berbagai resiko yang mungkin menimpa mereka.
Perbekel Pengambengan, Asmuni Turyadi dihubungi, Selasa (14/7) membenarkan kalau nelayan yang mayoritas penduduknya tetap nekad melaut kendatipun angin berhembus cukup kencang.
Menurut Asmuni, nelayan tetap nekad melaut dan sadar kemungkinan resiko terburuk bisa menimpanya. “Kendatipun nekat melaut, mereka tetap waspada dan penuh dengan kehati-hatian,” tandasnya.
Asmuni juga mengungkapkan selama angin kencang berhembus belum ada nelayan yang mengalami petaka namun hasil tangkapan mereka masih jauh dari standar yang bisas mereka dapatkan. “Kalau melaut dengan perahu besar dalam kondisi normal, mereka bisa membawa 20 ton hingga 30 ton ikan. Kalau saat musim angin seperti sekarang ini, nelayan hanya bisa membawa pulang dua sampai lima ton ikan,” terang Asmuni.
Dengan minimnya hasil tangkapan ini, tambah Asmuni, nelayan tidak memperoleh keuntungan lantaran penjualan ikan hasil tangkapan hanya bisa menutup biaya operasional seperti pembelian solar dan membayar ABK. (dey)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1411 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1072 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 913 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 811 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik