Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Nelayan Karangasem Kehilangan Mesin Perahu di Pesisir Bunutan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Seorang nelayan bernama I Wayan Sumada asal Banjar Dinas Lebah, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem baru-baru ini kehilangan mesin jukung di kawasan pesisir Bunutan.
Kapolsek Abang, AKP. I Ketut Anyar Wijana saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait hilangnya mesin jukung milik nelayan tersebut. Ia mengatakan, kejadiannya dilaporkan pada Jumat 31 Maret 2023 lalu.
"Dari keterangan pemilik, mesin itu ditaruh masih nempel di perahu sejak tanggal 23 Maret lalu dan ditinggal begitu saja, setelah dilihat kembali pada 31 Maret lalu mesin sudah tidak ada pada jukung," ujarnya.
Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, perahu tersebut terparkir dengan beberapa perahu lainnya di lokasi yang sama setelah sebelumnya digunakan melaut oleh orang tua korban pada Senin (20/3/2023) lalu. Saat diparkir, posisi mesin memang tidak dilepas dan masih menempel di perahu yang luput dari pengawasan pemilik perahu.
Hingga saat ini, pihak polisi Polsek Abang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang mengambil mesin jukung tersebut. Sementara akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian mencapai Rp 15 juta.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4424 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1988 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1509 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 997 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 932 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun