Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Nyepi, Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Ditutup Sementara

Kamis, 5 Maret 2026, 09:18 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Nyepi, Penyeberangan KetapangGilimanuk Ditutup Sementara.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, layanan penyeberangan di sejumlah lintasan utama Jawa–Bali–Lombok akan dihentikan sementara.

Kebijakan ini diberlakukan untuk menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian di Bali sekaligus menjaga ketertiban aktivitas kepelabuhanan selama hari suci tersebut.

Pengaturan operasional ini merujuk pada surat edaran Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang mengatur penyesuaian layanan penyeberangan saat Nyepi. Penutupan sementara berlaku di beberapa pelabuhan dengan jadwal berbeda, yakni Pelabuhan Ketapang pada 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB, Pelabuhan Gilimanuk pada 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA, Pelabuhan Lembar pada 18 Maret pukul 21.00 WITA hingga 20 Maret pukul 01.30 WITA, dan Pelabuhan Padangbai pada 19 Maret pukul 04.00 WITA hingga 20 Maret pukul 11.30 WITA.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyebutkan bahwa penyesuaian ini juga mempertimbangkan momentum Nyepi yang berdekatan dengan periode Angkutan Lebaran 2026. Pemerintah telah menyiapkan skema pengaturan arus kendaraan untuk mengantisipasi kepadatan sepanjang 13–29 Maret. Langkah tersebut meliputi optimalisasi Dermaga MB dan LCM di lintasan Ketapang–Gilimanuk, serta pengoperasian rute alternatif seperti Tanjung Wangi–Gilimas dan Jangkar–Lembar.

“Tujuannya agar distribusi arus kendaraan tetap lancar dan aman pada puncak mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Pengaturan tambahan juga disiapkan melalui delaying system di sejumlah titik buffer zone, serta pengaturan geofencing dengan radius 2,65 kilometer dari Pelabuhan Ketapang dan 2 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk untuk mengelola pergerakan kendaraan menuju pelabuhan.

Sementara itu, ASDP Indonesia Ferry memastikan kesiapan operasional menghadapi lonjakan trafik Lebaran. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa penguatan armada, personel, hingga sistem pelayanan terus dilakukan untuk menjaga kelancaran perjalanan pengguna jasa. Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, jumlah kapal yang beroperasi ditingkatkan dari 28 menjadi 32 unit, serta disiagakan tugboat untuk membantu manuver kapal saat cuaca tidak bersahabat.

ASDP juga terus memantau kondisi cuaca berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi potensi hujan intensitas tinggi serta gelombang laut kategori sedang, khususnya di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur selama Maret–April.

Mobilitas masyarakat saat Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan meningkat signifikan. Secara nasional, pergerakan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan. Untuk arah Jawa menuju Bali, pertumbuhan diproyeksikan mencapai 10 persen untuk penumpang dan 9,3 persen untuk kendaraan, sedangkan arus sebaliknya dari Bali ke Jawa diprediksi naik sekitar 9,5 persen untuk penumpang dan 8,7 persen untuk kendaraan.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan bahwa sebanyak 350 personel di Pelabuhan Ketapang dan 250 personel di Pelabuhan Gilimanuk dikerahkan untuk mendukung kelancaran operasional, mulai dari area pelabuhan, buffer zone, hingga sejumlah titik pengaturan lalu lintas. Ia juga mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui platform resmi Ferizy yang dapat dipesan sejak H-60.

“Hindari pembelian tiket melalui calo dan pastikan data diisi sesuai identitas,” katanya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami