Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 24 Agustus 2026
Odong-Odong Ditabrak Kereta, 9 Meninggal Dunia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kereta api menabrak odong-odong di sebuah perlintasan tanpa palang pintu di Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (26/7). Sedikitnya 9 orang tewas.
Kapolres Serang AKBP Yudha Satria menerangkan saat kejadian ada beberapa odong-odong yang melakukan konvoi dan melintas di perlintasan itu.
Baca juga:
Bocah 4 Tahun Ditemukan Tewas di Septic Tank
"Karena memang odong-odongnya ini konvoi, ada konvoi odong-odong di depannya, dia ngikutin odong-odong depannya lewat, nah yang dia ini buntutnya ternyata tertabrak oleh kereta api," kata Yudha saat dihubungi.
Usai tertabrak, odong-odong itu terdorong oleh kereta hingga keluar perlintasan.
"Posisi odong-odong tidak ada di atas rel kereta memang terdorong ke samping rel kereta, iya sempat terseret," ujarnya.
Yudha mengatakan saat kejadian diduga sopir odong-odong itu tidak mendengar suara atau tanda bahwa kereta api sudah mulai mendekat. Walhasil, kecelakaan naas terjadi.
"Tidak mendengar bahwa kereta sudah mendekat," ucap Yudha.
Akibat peristiwa kecelakaan ini, sebanyak sembilan orang meninggal dunia dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4651 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2454 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2098 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1708 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1139 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun