Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 16 Mei 2026
Ogoh-Ogoh STT Abdi Karya Mengusung Tema Prabu Mahesasura 100% Tanpa Styrofoam
Selasa, 26 Februari 2019,
07:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Kreasi Ogoh-Ogoh 100 persen tanpa sterofom buatan Seka Truna Truni (STT) Abdi Karya, Tempek Pemuhunan, Banjar Adat Gede, Desa Pekraman Muncan, Selat, Karangasem ini patut diacungi jempol.
[pilihan-redaksi]
Pasalnya bukan hanya sekedar menggunakan bahan ramah lingkungan namun hasil karyanya pun bisa dikategorikan sebagai salah satu karya ogoh - ogoh terbaik yang ada di Kabupaten Karangasem.
Pasalnya bukan hanya sekedar menggunakan bahan ramah lingkungan namun hasil karyanya pun bisa dikategorikan sebagai salah satu karya ogoh - ogoh terbaik yang ada di Kabupaten Karangasem.
Seperti yang dijelaskan oleh Ketua STT Abdi Karya, I Nyoman Budha Saputra, dimana dalam pawai ogoh ogoh tahun 2019 ini dirinya bersama seka truna sepakat untuk mengangkat tema "Prabu Mahesasura" yang menceritrakan seorang raja sakti mandra guna berwujud kerbau.
Dalam lakonnya, dikisahkan Prabu Mahesasura adalah seorang raja di kerajaan yang bernama Mahisasaka. Konon diceritrakan Mahesasura adalah seorang raja yang memperoleh anugrah dari Dewa Brahma atas kegigihannya dalam melakukan tapabrata. Anugrah tersebut berupa kesaktian yang tak bisa dikalahkan baik oleh manusia, raksasa maupun Dewa sekalipun. Dengan kesaktian tersebut, Maheshasura pun mampu menaklukan ketiga dunia.
Oleh sebab itu, Dewa Tri Murti menjadi khawatir hingga akhirnya meminta bantuan kepada Dewi Durga untuk mengalahkan Mahishasura. Singkat ceritra, akhirnya Sang Dewi pada suatu ketika akhirnya berhadapan dengan Mahishasura. Pertempuran sengit pun tak terelakkan, Dewi Durga melemparkan seutas Tali “Pasa” yang langsung menjerat Mahishasura. Merasa terdesak, Maheshasurapun mencoba melawan dengan cara berubah wujun menjadi seekor Singa namun akhirnya Sang Dewi dengan cepat menebas kepala Mahishasura yang mengakibatkan Mahisashura tumbang dan tewas.
Terlepas dari lakon karakter ogoh - ogoh tersebut, proses pembuatannya juga dilakukan dengan sedetail mungkin demi mendapatkan hasil karya yang maksimal. Meski bahan-bahan yang dipergunakan sepenuhnya menggunakan bahan organik seperti kerangka terbuat dari bambu yang dianyam serta memakai koran bekas dan kertas semen sebagai kulitmya.
[pilihan-redaksi2]
"Kita sama sekali tidak memakai Styrofaom dalam pembuatan ogoh - ogoh ini, sehingga tantangan yang paling rumit itu ketika mengerjakan bagian pembentukan detail anatomi dan struktur kerangkanya," kata Budha Saputra saat ditanya kendala dalam pengerjaan ogoh - ogoh ini, Senin (25/02).
"Kita sama sekali tidak memakai Styrofaom dalam pembuatan ogoh - ogoh ini, sehingga tantangan yang paling rumit itu ketika mengerjakan bagian pembentukan detail anatomi dan struktur kerangkanya," kata Budha Saputra saat ditanya kendala dalam pengerjaan ogoh - ogoh ini, Senin (25/02).
Pengerjaannya sendiri dilakukan mulai tanggal 26 Januari 2019 lalu dikomandoi dua orang seniman ogoh ogoh asli Desa Muncan bernama I Made Dyana dan I Komang Pande Arjana. Untuk biaya pembuatannya sendiri sampai saatini sebesar Rp. 8.700.000,00 yang berasal dari sumbangan sukarela anggota STT beserta warga tempek Pemuunan.
Dengan anggaran yang minim, menurut Budha Suparta, sebuah karya yg dibuat dengan kebersamaan memiliki nilai kepuasan dan kebanggaan tersendiri bagi seka truna truni, karena meski disukung dengan anggaran yang banyak jika tidak dikerjakan bersama-sama maka kepuasan atas karya yang dihasilkan tidak akan sempurna. (bbn/igs/rob)
Berita Karangasem Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1392 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1059 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 900 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 801 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026